Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Selamat Hari Pangan Sedunia, 16 Oktober. Berikut Tema, Makna dan Sejarahnya !

Meitika Candra Lantiva • Senin, 16 Oktober 2023 | 20:44 WIB

Ilustrasi Selamat Hari Pangan Sedunia. (Instagram/@Jokowi)
Ilustrasi Selamat Hari Pangan Sedunia. (Instagram/@Jokowi)


RADAR JOGJA – Hari Pangan Sedunia Atau World Food Day adalah peringatan tahunan yang jatuh pada tanggal 16 Oktober. 

 
Peringatan Hari pangan Sedunia berada di bawah Organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau Food and Agriculture Organization of the United Nations.
 
Tujuan diperingati hari Pangan Sedunia setiap tahunnya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya dan untuk memastikan setiap orang diberikan akses terhadap nutrisi yang tepat dan makanan yang layak.

Selain itu juga, Hari Pangan Sedunia juga memiliki tujuan untuk memastikan keamanan pangan serta memerangi kelaparan yang dikutip dari Hindustan Times.
Baca Juga: TOK! Putusan MK Tolak Permohonan Uji Materi Yang Diajukan Oleh PSI

Tema Hari Pangan Sedunia 2023 dan Maknanya

Hari Pangan Sedunia tahun 2023 dapat mengusung tema “Water is life, water is food. Leave no one behind”. Dalam bahasa Indonesia artinya, "air adalah kehidupan, air adalah makanan. Jangan tinggalkan siapa pun”.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Amerika Serikat, tema Hari Pangan Sedunia 2023 memiliki makna sebagai berikut :

Air sangat penting bagi kehidupan di bumi. Hutan menutupi sebagian besar permukaan bumi, membentuk lebih dari 50 persen tubuh kita menghasilkan makanan, dan mendukung penghidupan. 
Baca Juga: Manjakan Tenggorokan dengan Es Segar-segaaaar di Tengah Panas Ngentang-ngentang !
 
Namun sumber daya yang berharga ini bukannya tidak terbatas, dan kita harus berhenti menganggap remeh sumber daya tersebut. 
 
Apa yang kita makan dan bagaimana makanan itu diproduksi semuanya mempengaruhi air.
 
Bersama-sama, kita akan mengambil tindakan air untuk pangan dan menjadi perubahan.

Sejarah Hari Pangan Sedunia

Mengutip dari Mint, Hari Pangan Sedunia ditetapkan pada tahun 1945 oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), sebuah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pada November 1979, Hari Pangan Sedunia ditetapkan sebagai hari libur dunia pada konferensi FAO ke-20.
Baca Juga: Karang Taruna DIY Didorong Terus Berinovasi, GKR Hayu: Sulit Menemukan Pihak yang Support
 
Selain itu, 150 negara mulai merayakannya sehari setelah hari tersebut mendapat pengakuan resmi dari PBB.

Sejak tahun 2014, Hari Pangan Sedunia telah digunakan untuk mempromosikan gagasan memberi makan dunia dan mengentaskan kemiskinan di negara-negara pedesaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hari Pangan Sedunia diperingati dengan cara berfokus pada berbagai aspek ketahanan pangan dan pertanian, termasuk komunitas nelayan, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati.
Baca Juga: Belanja Daerah Terbesar di Gunungkidul untuk Bayar Gaji PNS

Berikut ini cara merayakan Hari Pangan Sedunia :

- Menjadi sukarelawan di dapur umum setempat.

- Meningkatkan kesadaran akan kesenjangan pangan dan masalah ketahan pangan global seperti konflik, pemasaran global, peningkatan biaya, dan konflik internasional.

- Membuang lebih sedikit makanan, membuat daftar belanjaan, menyimpan makanan dengan benar, membekukan sisa makanan yang berlebih.

- Buat kegiatan penggalangan dana untuk mengumpulkan persediaan bagi mereka yang mengalami kekurangan pangan.

- Mendukung petani dengan cara membeli makanan yang bersumber secara local.
 (Dwi Putri Birgita Lumban Nahor/Radar Jogja)
 
Baca Juga: Paparan Sinar UV Ekstrem akan Menerpa Pulau di Indonesia, Ini Dia Dampak Buruk Bagi Tubuh
Editor : Meitika Candra Lantiva
#Organisasi Pangan #perubahan #Pertanian #2023 #hutan #kehidupan di bumi #16 oktober #hari pangan sedunia #Pertanian PBB atau Food and Agriculture Organization of the United Nations #Air #selamat #ketahanan pangan