JOGJA - Indonesia secara umum, maupun DIY, memiliki tantangan dan peluang yang harus diperhatikan guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Merespons hal tersebut, CEO Warta Ekonomi Group Muhamad Ihsan menyebut, penting bagi para pemimpin perusahaan untuk berdiskusi mengembangkan usaha ke depan.
"Tujuannya untuk membantu pemerintah mewujudkan Indonesia Emas pada 2045 mendatang," katanya dalam diskusi panel Ceo Insight di Royal Ambarrukmo Jogjakarta Jumat (13/10).
Ihsan merinci, bahwa pemerintah berhasil menorehkan prestasi dalam pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen selama 7 kuartal berturut-turut.
Hal tersebut juga dibuktikan dengan data dari
Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2023 sebesar 5,17 persen year on year (YoY) dan 3,86 persen quartal to quartal (QtQ).
“Pertumbuhan ekonomi usaha dan peran pemerintah dalam mengendalikan inflasi," sambungnya.
Ihsan mengungkapkan, dengan bertumbuhnya ekonomi Indonesia di atas 5 persen selama 7 kuartal beruntun memberikan harapan dan dorongan bagi keberhasilan visi Indonesia Emas 2045 yang akan dicapai.
Sementara itu, Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN Agustomi Masik menyampaikan, bahwa 80 persen pembangunan IKN dari total anggaran Rp 466 triliun akan didapatkan dari swasta.
"Saat ini investasi sebesar Rp 20 triliun sudah masuk dan seluruhnya dari investor lokal," sebutnya.
Agustomi menyebut, meski IKN sempat dipandang pesimistis oleh sebagian masyarakat namun keberadaannya terus berkembang.
Dia memberikan contoh, pada era 1980-an area lingkar Jakarta jadi bagian terpisah dan tak diminati namun kini menjadi satu yang tak terpisahkan menunjang DKI.
"IKN menggeser pusat ekonomi lebih ke tengah agar lebih dekat ke Indonesia timur, IKN ini kolaborasi pemerintah, swasta dan masyarakat," sambungnya.
Selanjutnya, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) DIY Robby Kusumaharta menjelaskan, dalam pengembangan investasi dan pertumbuhan ekonomi, kota Jogjakarta dinilai menjadi contoh tepat dan ideal.
“Setelah ada bandara baru, kita terus bergerak dengan memberi pelatihan-pelatihan 3 in 1 pada banyak sektor," paparnya.
Robby mengakui, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada keterampilan semata. Namun, juga menyangkut peningkatan soft skill dan kemampuan lainnya yang dibutuhkan oleh industri.
"Kadin bersama dinas terkait juga membentuk forum komite untuk meningkatkan kualitas SDM DIY," tutupnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad