Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perkembangan Terkini, 4 Hari Berlalu Perang Hamas - Israel Tewaskan 2.100 Orang Termasuk Anak-Anak

Bahana. • Rabu, 11 Oktober 2023 | 21:38 WIB
Dapak serangan roket-roket Israel
Dapak serangan roket-roket Israel

RADAR JOGJA – Sudah Hampir lima hari berlalu sejak perang Israel dan militan Palestina Hamas, jumlah korban tewas mencapai total 2.100 orang dan luka-luka terus bertambah.

Dari total tersebut, korban tewas dari sisi Israel adalah 1.200 orang, sementara di sisi Palestina ada 900 orang yang meninggal dunia, termasuk ratusan anak-anak.

Intensitas perang antara kelompok Hamas Palestina dengan Israel makin meningkat. Korban jiwa dan luka-luka pun terus bertambah, termasuk dari warga sipil.

Penduduk Gaza yang ketakutan menggambarkan pengeboman yang menyerang bangunan tempat tinggal, rumah sakit, dan sekolah di seluruh wilayah kantong tersebut.

Muncul kekhawatiran atas kehancuran infrastruktur sipil ketika Israel berjanji untuk melakukan pengepungan penuh.

Dilansir Al Jazeera, lebih dari 1.000 orang di pihak Israel dan setidaknya 921 orang Palestina tewas dengan lebih dari 4.600 lainnya terluka sejak serangan Hamas pada Sabtu (7/10/2023) yang disusul oleh serangan pembalasan Israel. Adapun jumlah korban diperkirakan terus bertambah.


Berdasarkan data Pasukan Pertahanan Israel (IDF), lebih dari 2.800 orang terluka imbas serangan Hamas. Sementara Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 4.600 orang terluka dalam serangan Israel.

Meningkatnya jumlah korban luka berisiko membebani sistem layanan kesehatan Gaza yang masih rapuh setelah blokade 16 tahun oleh otoritas Israel yang membatasi masuknya orang, bahan bakar, bahan bangunan, dan makanan.

Mahmoud Shalabi dari organisasi bantuan Medical Aid for Palestinians mengatakan rumah sakit Beit Hanoun di utara Gaza telah tidak berfungsi karena kerusakan tambahan yang diterima akibat pengeboman di sekitarnya.

"Selain itu, jalan di sekitarnya hancur sehingga sekarang tidak mungkin untuk mengaksesnya," tuturnya.

Shalabi juga menggambarkan kerusakan pada rumah sakit terbesar di Gaza, Al Shifa, yang telah lama menjadi pusat perawatan bagi penduduk daerah kantong tersebut, terutama pada saat-saat krisis.

"Unit neonatal di Rumah Sakit Shifa, rumah sakit trauma pusat dan terbesar di Gaza, sebagian rusak akibat pengeboman di sekitar fasilitas tersebut," katanya.

"Jalan-jalan di sekitar Al Shifa terkena dampak parah, sehingga membatasi pergerakan ke sana, sementara semua rumah sakit sangat menderita karena kurangnya pasokan dan personel," katanya.

"Kemarin, Kementerian Kesehatan menyerukan semua perawat di Gaza untuk mulai bekerja sukarela di rumah sakit terdekat."

Israel menggempur habis-habisan Jalur Gaza usai militan Hamas menyerbu kota-kota di Israel dalam serangan tak terduga dari berbagai sisi pada Sabtu (7/10/2023).

Hamas mengklaim serangan dengan sebutan Operasi Badai Al Aqsa itu guna mengakhiri pendudukan terakhir di bumi.

Pasukan Israel tak tinggal diam dan membalas serangan Hamas dengan melancarkan Operasi Pedang Besi. Operasi Israel ini menargetkan infrastruktur Hamas di Jalur Gaza.

Aksi saling serang ini disebut-sebut yang paling mematikan sejak serangan Mesir dan Suriah dalam perang Yom Kippur pada tahun 1973 silam. (Hasnul Fauzi/ RADAR JOGJA)




Editor : Bahana.
#orang #Israel #Jalur #anak-anak #gaza #radar jogja #gaza dibombardir #korban #perang #hamas