RADAR JOGJA - Ketua DPRD DIY Nuryadi meminta organisasi perangkat daerah (OPD) mulai tingkat provinsi, kabupaten dan kota se-DIY merencanakan banyak program serta kegiatan yang dibiayai dana keistimewaan (danais). Khususnya kegiatan yang mendukung pengembangan batik di DIY.
“Batik harus semakin dibumikan di tengah masyarakat,” ajak Nuryadi saat berbicara dalam acara Gelar Potensi Kampung Batik Istimewa 2023 di Kulonprogo baru-baru ini.
Nuryadi mengapresiasi kegiatan Gelar Potensi Kampung Batik Istimewa 2023 yang diadakan di empat kabupaten dan kota se-DIY. Acara tersebut telah diadakan di Kota Yogyakarta pada Sabtu (16/9), Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo pada Rabu (4/10). Selanjutnya diadakan di Kabupaten Gunungkidul serta Kabupaten Sleman.
Baca Juga: Nuryadi Dukung Danais untuk Pengembangan Kampung Batik Istimewa
“Tahun ini baru satu kali untuk setiap kabupaten dan kota. Tidak tertutup kemungkinan tahun-tahun mendatang bisa diadakan lebih banyak lagi frekuensinya,” ucapnya.
Nuryadi mengingatkan dewan punya fungsi mengesahkan anggaran. Sedangkan eksekutif bertugas mengelola anggaran. Karena itu, dia minta, OPD membuat banyak kegiatan dalam rangka mendukung pengembangan batik.
Tak hanya OPD, dia juga mendorong masyarakat mengajukan usulan melalui pengajuan proposal ke pemerintah daerah. Tujuannya sama-sama mengkampanyekan batik maupun kampung batik di DIY.
Baca Juga: Nuryadi : Butuh Gerak Cepat Pemerintah Guna hadapi Pandemi Covid-19
Dia mengaku gembira saat batik telah dimodifikasi sedemikian rupa untuk berbagai acara. Di antaranya seperti senam. Siswa sekolah mulai tingkat SD juga sudah dikenalkan dengan batik sejak dini. Bagi Nuryadi, peringatan Hari Batik juga menjadi momentum mendekatkan batik ke masyarakat.
“Upaya mendekatkan batik itu dapat difasilitasi dengan danais,” katanya.
Gelar Potensi Kampung Batik Istimewa 2023 diadakan dalam rangka memberikan panggung bagi industri kecil menengah (IKM) batik yang tersebar di kampung-kampungse-DIY. Dalam acara itu juga diadakan pameran. Selama acara pengunjung dimanjakan dengan pameran batik yang memukau. Mencerminkan keindahan dan keragaman budaya. Batik sebagai warisan budaya ditampilkan dalam berbagai karya indah yang mencerminkan keunikan setiap kampung.
Baca Juga: Nuryadi : Butuh Gerak Cepat Pemerintah Guna hadapi Pandemi Covid-19
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Syam Arjayanti mengatakan upaya mendorong dan mengenalkan kampung batik terus dilakukan. Respons masyarakat selama ini cukup baik. Meski begitu, Syam mengakui, saat batik mulai berkembang ada hal yang perlu dipikirkan. “Soal limbahnya perlu juga jadi perhatian,” ujarnya. (kus)
Editor : Satria Pradika