JOGJA - Batik adalah hasil karya bangsa Indonesia yang merupakan perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia.
Batik Indonesia dapat berkembang hingga sampai pada suatu tingkatan yang tak ada bandingannya baik dalam desain/motif maupun prosesnya.
Corak ragam batik yang mengandung penuh makna dan filosofi akan terus digali dari berbagai adat istiadat maupun budaya yang berkembang di Indonesia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf RI), Sandiaga Uno, mengungkapkan bahwa sepanjang 2023 ini batik memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap nilai ekspor Indonesia.
Menurut Sandi, minat batik saat ini tidak hanya tersebar di Asia Tenggara, tetapi juga mulai merambat Asia Selatan, yakni Pakistan dan Bangladesh, serta Afrika.
“Dan yang sedang meningkat seiring dengan fokus kita adalah batik juga diminati di Benua Afrika. Batik-batik yang dikategorikan high fashion juga tampil di Eropa dan Amerika,” ujar Sandiaga di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
“Kita belum memiliki data terakhir, tapi dari jumlah total 64 juta dolar ekspor yang dicatat di tahun ini (2023), batik itu berkontribusi sampai di atas 30 persen,” ungkapnya.
Sandi mengatakan, salah satu faktor yang mendorong mulai meningkatnya minat masyarakat dunia terhadap batik adalah pengaruh promosi Presidensi G20 Indonesia 2022 dan KTT ASEAN, terutama di media sosial.
Faktor yang mendorong ini (meningkatnya minat asing terhadap batik) karena exposure waktu G20 dan ASEAN. Banyak yang terdorong dengan promosi dari sosial media," ungkap Sandi.
Ada juga, jenis batik yang paling diminati oleh masyarakat luar negeri adalah batik berwarna cerah, nyaman digunakan dalam keseharian, dan terlihat modis. Namun, Sandi tidak dapat menyebutkan secara pasti motif batik yang dimaksud.
Jenis-jenis yang sering dipakai adalah yang bercorak cerah dan juga nyaman dipakai dalam keseharian, seperti kemeja, outer. Itu banyak yang diminati," ungkap Sandi.
Baca Juga: Ternyata Rutin Melakukan Olahraga Memiliki Efek Panjang Umur Dan Bahagia
“Oleh karena itu kami meyakini jika kita betul-betul menggunakan momentum Hari Batik 2 Oktober ini, batik akan menjadi komponen yang lebih besar lagi dari ekspor produk ekonomi kreatif, khususnya di bidang fesyen,” ungkapnya.
Bahwa, Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Pada tahun ini, Hari Batik Nasional jatuh pada senin (2/10/2023). (Adek Ridho Febriawan/RADAR JOGJA)
Editor : Bahana.