RADAR JOGJA - Yoko Taro, kreator terkenal dari seri game Nier dan Drakengard, baru-baru ini menghebohkan dunia game dengan saran kontroversialnya terkait tindakan bullying yang sering dialami oleh para kreator game di internet.
Dalam sebuah interview yang mengundang perhatian publik, Taro mengungkapkan bahwa para kreator seharusnya menjadi seperti karakter Joker dalam menghadapi para haters mereka.
Pertanyaan mengenai bagaimana mengatasi para haters ini diajukan oleh developer game indie bernama Yusuke Shiokawa lewat Defaminocogamer.
Shiokawa, yang telah menghadapi banyak kritik dan kebencian online, memilih untuk tetap mengabaikan para haters dan menganggapnya sebagai bagian dari pekerjaannya sebagai seorang kreator game terkenal.
Namun, pendapat Shiokawa ini tidak diterima oleh pengguna topeng bernama Emil, yang berpendapat bahwa tindakan terhadap pelaku bullying adalah solusi yang lebih tepat, mengingat risiko bahaya yang bisa timbul jika dibiarkan.
Diskusi panas ini akhirnya mencapai titik kesepakatan, yaitu bahwa memiliki haters sebenarnya merupakan pencapaian karena itu berarti kreator tersebut telah mencapai tingkat ketenaran tertentu.
Namun, Yoko Taro tidak berhenti di situ. Ia memberikan saran ekstrem, yakni agar para kreator game menjadi seperti Joker, karakter nemesis dari superhero Batman.
Sarannya ini menciptakan kontroversi baru dalam industri game yang memang seringkali dibanjiri oleh tindakan bullying dan ancaman online.
Kasus bullying terhadap para developer game memang menjadi masalah serius, terutama dalam komunitas game yang toksik.
Ancaman pembunuhan atau death threats seringkali dialamatkan kepada para kreator, terutama jika game yang mereka buat tidak sesuai dengan ekspektasi para penggemar.
Contoh kasus-kasus seperti penundaan perilisan Cyberpunk 2077 dan tindakan nekat seorang gamer kepada developer God of War Ragnarok menjadi bukti nyata betapa seriusnya masalah ini.
Saran Yoko Taro mungkin ekstrem, tetapi kasus-kasus seperti ini mengingatkan kita bahwa perlunya kesadaran dan tindakan konkret untuk melindungi kreator game dari tindakan bullying online yang merugikan. (Cici Jusnia/ RADAR JOGJA)
Sumber: Defaminocogamer
Editor : Bahana.