RADAR JOGJA - Pada ahkir-akhir ini banyak masyarakat Jogja yang mengeluh soal suhu di Jogja terasa panas.
Kepala Seksi Data Dan Informasi BMKG DIY Toni Agus Wijaya menjelaskan, kondisi ini disebabkan karena posisi matahari tepat berada di atas DIY.
Kondisi ini biasa terjadi di setiap musim pancaroba pada bulan Maret dan Oktober. "Masyarakat Jogja agar tidak perlu panik," imbaunya.
“Memang kondisi cuaca di wilayah DIY dalam beberapa hari terakhir tergolong cukup panas. Suhu berkisar antara 35 derajat Celcius sampai 36 derajat Celcius. Meski banyak orang mengeluh karena kurang nyaman, tapi tidak perlu panik. Karena suhu panas tidak berkaitan dengan gangguan cuaca, tapi disebabkan posisi matahari yang ada di atas DIY,” ungkapnya Toni.
Toni menyatakan bahwa, di setiap awal bulan Maret dan Oktober posisi matahari tegak lurus di atas DIY. Tidak heran jika di masa-masa tersebut kondisi cuaca DIY cenderung terasa panas.
El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik yang cenderung lebih tinggi dibanding kondisi normal.
Tak hanya fenomena El Nino yang turut mempengaruhi pergeseran periode musim kemarau, tapi Indian Ocean Dipole (IOD) yang terjadi di Barat Samudera Hindia pun turut berperan.
Di saat ini juga tidak ada hujan sehingga sinar matahari terasa lebih terik. Pada bulan ini masih berlangsung musim kemarau dibarengi fenomena El Nino sehingga kondisi iklim lebih kering dari biasanya. (Adek Ridho Febriawan/ RADAR JOGJA)
Editor : Bahana.