RADAR JOGJA - Kasus bunuh diri di kalangan Mahasiswa kian hari meningkat. Hal ini perlu menjadi perhatian serius oleh masyarakat dan lembaga khusunya pemerintah.
Dilansir dari dataindonesia.id, berdasarkan data dari Kepolisian RI (Polri), sebanyak 663 kasus bunuh diri terjadi di sepanjang awal tahun hingga Juli 2023.
Angka ini meningkat 36,4 persen dibanding tahun sebelumnya, yakni sebanyak 486 kasus.
Sementara itu kasus bunuh diri paling banyak terjadi di Jawa Tengah, dengan jumlah 253 kasus.
Demikian di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Berdasarkan pantauan Radar Jogja, kasus bunuh diri mencuat paling tinggi di Kabupaten Gunungkidul. Terutama bunuh diri dengan cara gantung diri angkanya fantastis.
Tercatat dalam delapan tahun terakhir angka gantung diri sebanyak 229 kasus. Terbanyak pada 2021 lalu, terdapat 38 kasus dalam setahun.
Pada 2023 ini kasus gantung diri di Bumi Handayani mencapai 19 kasus per September 2023.
Kasus bunuh diri paling tersorot di lingkungan mahasiswa
Seperti baru-baru ini, seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) diduga bunuh diri loncat dari lantai empat asrama hingga meregang nyawa. Peristiwa ini terjadi Senin (2/10/2023)
Korban perempuan berinisial SM, merupakan warga Desa Jagabaya II, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung.
Data terbaru menunjukan bahwa tekanan akademik, masalah mental dan isolasi sosial menjadi salah satu pemicu pada kasus ini.
Sebelumnya, kasus bunuh diri mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) juga pernah terjadi hampir setahun lalu, tepatnya pada 8 Oktober 2022.
Seorang mahasiswa nekat mengakhiri hidupnya dengan terjun dari lantai 11 di sebuah hotel di Kabupaten Sleman, DIJ. Faktor kondisi psikologi dan permasalahan keluarga menjadi pemicunya.
Pada 22 Desember 2022, seorang mahasiswa difabel diduga depresi lantas terjun dari Gedung lantai empat Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka).
Mahasiswa difabel tersebut diduga melakukan percobaan bunuh diri dan detik-detik jatuh ke lantai dasar terekam kamera seseorang, lantas viral di media sosial. Namun beruntung saat itu korban masih bisa diselamatkan.
Pada 17 Februari 2023 lalu, kasus dugaan bunuh diri juga dilakukan mahasiswi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dengan menceburkan diri di sebuah embung di Kabupaten Sleman. Kondisi psikologi dan faktor ekonomi disinyalir menjadi penyebabnya.
Nah dari kasus-kasus tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Hal tersebut, mengingatkan kita semua akan pentingnya kepedulian, pemahaman dan kesadaran, terhadap kesejahteraan mental di lingkungan Pendidikan.
Demi membantu mengantisipasi masalah ini, berikut beberapa tips pencegahan yang perlu diketahui :
1. Konsultasi Masalah
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal merasakan depresi, jangan menahan perasaan itu sendiri. Mengutarakan keluhan Anda kepada teman, keluarga, atau profesional dapat membantu mengurangi tekanan emosional.
2. Cari Dukungan
Cobalah meminta bantuan dari orang-orang di sekitarmu. Teman, keluarga, atau fasilitas konsul kampus dapat dijadikan pilihan sebagai tempat bertukar pikiran.
3. Prioritaskan Kesehatan Mental
Penting untuk dipahami bahwa keseimbangan mental sama pentingnya dengan keseimbangan fisik.
Perhatikan tanda-tanda seperti kecemasan, depresi, atau stres yang berlebihan. Makin cepat dicegah makin baik.
4. Hidup Sehat
Mengonsumsi sajian yang seimbang, berolahraga secara teratur, dan tidur yang cukup. Gaya hidup sehat dapat membantu meredam stress.
5. Sosialisasi
Dengan turut serta dalam kegiatan sosial dan berinteraksi dengan teman dan teman sekelas, dapat berkontribusi dalam mengatasi isolasi sosial.
6. Mengenali Tanda Bahaya
Pahami gejala bahaya bunuh diri, antara lain, perubahan perilaku yang drastis atau perasaan putus asa.
Apabila kamu mendeteksi hal ini pada dirimu atau orang lain, segera cari bantuan.
Dalam hal ini, perlu diingat ada banyak fasilitas dan layanan yang tersedia bagi mahasiswa yang mengalami stres atau masalah mental, baik dari kampus maupun puskesmas sekitar.
Melalui dukungan dan upaya bersama, kita dapat turut mencegah masalah ini di kalangan mahasiswa dan meningkatkan kesehatan mental di lingkungan kampus. (Fatimah Rizqi Z/mel)
Baca Juga: Seorang Gadis di Purworejo Ditemukan Tewas di Ladang, Diduga Bunuh Diri
Editor : Meitika Candra Lantiva