RADAR JOGJA – Jagat maya heboh dengan beredarnya sebuah foto rontgen yang memperlihatkan usus besar seorang pasien naik hingga ke daerah dada.
Usut punya usut, hal tersebut terjadi karena pasien susah buang air besar (BAB) selama beberapa waktu.
Postingan yang diunggah pada (27/9) tersebut langsung viral di sosial media X (Twitter) pada akun base @BaseAnakFK dan telah disukai oleh 31,7 ribu orang.
Dalam foto yang diunggah, disebutkan bahwa pasien sudah tidak BAB selama satu bulan lamanya.
Sehingga kondisi tersebut membuat usus besarnya mengalami pergeseran hingga ke dada.
“Seorang pasien dengan keluhan tidak bisa BAB 1 bulan, apa yang kalian lihat dok?” tulis keterangan dalam unggahan.
Diketahui, ternyata pemilik dari hasil rontgen itu ialah seorang wanita asal Thailand.
Melalui platform media sosial Taiwan yakni ‘Dcard’ ia mengungkapkan bahwa sejak kecil memang sulit untuk buang air besar.
Segala cara ia lakukan untuk memperlancar BAB seperti mulai rutin konsumsi sayur dan buah, namun hasilnya tetap nihil, ia masih kesusahan untuk BAB.
Bahkan dalam sekali BAB, wanita itu mengaku membutuhkan waktu satu hingga dua jam dengan hasil nihil, fesesnya tetap tidak keluar.
Hingga beberapa tahun belakangan, wanita ini mengalami sembelit parah dan berakhir memutuskan untuk periksa ke dokter.
Hasilnya, ia mengalami pergeseran usus besar atas imbas penumpukan kotorannya.
Namun, wanita itu sangat takut apabila harus dilakukan pengangkatan seluruh usus besarnya, karena khawatir akan terjadi adanya komplikasi.
Sontak, postingan di akun X tersebut penuh dengan komen para warganet.
“Masyaallah, lagi-lagi harus sering bersyukur bisa BAB tiap hari sehari sekali” tulis akun @Lusieinthesky.
Baca Juga: Hari Batik, Grand Rohan Jogja Gelar Seroja Membatik
“BAB setiap hari adalah salah satu hal yang patut kita syukuri” tulis @itsufika.
“Itu sampai naik ke dada??” heran @Jie_noona15.
“Gue gak bab 3 hari aja perut udah naik turun rasanya kembung gak enak, gimana ini yang satu bulan.” tulis akun @Nisanindita_.
Jadi gimana, kalian masih suka nunda-nunda BAB ? Hati-hati lho, bahaya !! (Erlika Yusfiarista)
Editor : Meitika Candra Lantiva