RADAR JOGJA - Jogjakarta kaya akan wisata alam dan buatan. Nah, perpaduan keduanya ini bisa kalian dapatkan ketika berkunjung ke Bukit Sewu Lintang.
Lokasinya di Dusun Karang Asem, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).
Sebutan "Sewu Lintang" berasal dari bahasa Jawa. Sewu artinya seribu. Lintang artinya bintang. Jadi ketika digabungkan menjadi seribu bintang.
Itu sebabnya lokasi ini cocok dinikmati saat malam hari.
Berada di ketinggian 345 meter dari permukaan laut (Mdpl). Sangat cocok untuk kamu yang ingin healing di siang maupun malam hari.
Jika di pagi hari, kalian bisa menikmati indahnya matahari terbit (sunrise) dari atas bukit.
Ketika berkunjung pada saat pagi buta ke lokasi, Jika beruntung, kalian dapat melihat negeri di atas awan. Jika kondisinya masih berkabut.
Namun jika kondisi cerah kalian dapat menikmati panorama alam bentangan Pegunungan Sewu dan bebukitan Dlingo.
Pada sore hari, kalian dapat menikmati panorama sunset dari sudut berbeda.
Nah, jika malam hari, kalian dapat menikmati kerlap-kerlip pemandangan lampu kota bagaikan sewu lintang. Sembari menyesap kopi hangat.
Jika berkunjung ke lokasi ini disarankan tidak sendirian, melainkan bersama teman.
Sebab, rugi besar jika tak menangkap momen tersebut kedalam foto. Karena lokasi ini sangat eye catching cocok bagi kalian yang senang mengunggah foto pribadi di akun media sosial.
Lokasi ini selain punya keindahan berbeda di setiap waktunya, juga ramah kantong. Sebab, biaya masuknya sangat terjangkau. Tiket masuk hanya Rp 2.000 per orang. Biaya parkir Rp 2.000 untuk motor dan Rp 3.000 untuk mobil.
Adapun fasilitas yang tersedia yakni, tempat perkemahan (camping ground) yang nyaman, tempat parkir, gazebo, toilet, dan rumah pohon dan berbagai spot foto unik.
Kalian bisa berlibur bareng keluarga tercinta maupun menikmati malam romantis bersama pasangan.
Lokasi ini dapat ditempuh sekitar 60 menit dari pusat kota Jogja, Malioboro. Dengan jarak tempuh sekitar 25 Kilometer. Lewatnya, Jalan Imogiri Timur lurus ke selatan, sampai persimpangan Hutan Pinus naik ke atas. Lokasinya ditengah-tengah Hutan Pinus. (Putri Hanna)
Editor : Meitika Candra Lantiva