Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kekeringan Parah Mengancam Amazon: Ribuan Ikan Mati, Masyarakat Terdampak

Bahana. • Jumat, 29 September 2023 | 18:50 WIB
kekeringan yang terjadi di Sungai Amazon (REUTERS)
kekeringan yang terjadi di Sungai Amazon (REUTERS)

RADAR JOGJA - Beberapa sungai yang meliuk-meliuk melalui hutan hujan Amazon di Brasil telah dipenuhi ikan mati sejak beberapa hari terakhir.

Insiden tragis ini dipicu oleh kekeringan yang semakin parah di wilayah Amazon, menyebabkan tingkat air sungai turun drastis dan merugikan masyarakat lokal dalam hal pasokan makanan dan minuman.

Lebih dari 110.000 orang di sekitar wilayah Amazon telah terkena dampaknya, karena ikan-ikan yang mati membusuk dan mencemari pasokan air.

Di Manacapuru, sebuah kota yang terletak dua jam perjalanan dari kota hutan Manaus, warga menghadapi keterbatasan air bersih, sementara ikan-ikan melompat-lompat dalam upaya melarikan diri dari perairan yang dangkal, terik, dan tercemar bau binatang membusuk.

"Sulit karena airnya terkontaminasi, kami perlu banyak air untuk mandi. Dan kami juga meminum airnya, tapi karena airnya terkontaminasi, kami tidak meminumnya," kata Caroline Silva dos Santos, seorang penjaga toko berusia 19 tahun di Manacapuru. "Kami mendapatkan air dengan membawanya dari kota," lanjutnya.

Wilayah ini saat ini berada di bawah tekanan fenomena cuaca El Nino, yang telah mengakibatkan volume curah hujan di Amazon bagian utara di bawah rata-rata.

Negara bagian Amazonas terdampak parah, dengan 59 dari 62 kota mengalami kekeringan dan 15 di antaranya telah dinyatakan dalam situasi darurat.

Ketinggian air di Rio Negro, anak sungai terbesar di sebelah kiri Sungai Amazon, terus turun sekitar 20 cm setiap hari, demikian disampaikan oleh Kelompok Kerja Amazon yang terdiri dari 503 organisasi lokal.

Peringatan mengenai potensi bahaya ini pernah muncul pada tahun 2010, ketika kekeringan parah menyebabkan permukaan sungai di wilayah Amazon mencapai titik terendah, menghadirkan masalah serupa.

"Kita belum sampai pada level itu (2010), tapi kita punya potensi untuk mencapai titik itu. Saya kira ini sudah menjadi gambaran kemungkinan kondisi normal yang baru yang akan kita hadapi di masa depan," kata Ane Alencar, direktur sains di Institut Penelitian Lingkungan Amazon (IPAM).

Alencar menegaskan bahwa perubahan iklim tidak hanya berdampak pada alam, tetapi juga pada kehidupan masyarakat di Amazon.

"Masyarakat akan kehilangan harta benda, rumah, ternak. Kita biasanya mengabaikan dampak kekeringan terhadap kehidupan dan kesehatan manusia," katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah perlu lebih siap menghadapi kejadian seperti ini.

Masyarakat lokal yang kehabisan persediaan dan tidak dapat menangkap ikan di perairan yang tercemar meminta bantuan tambahan.

Pemerintah Brasil telah mengumumkan pada Rabu (27/9) bahwa mereka sedang mempersiapkan satuan tugas untuk memberikan bantuan darurat kepada penduduk yang terdampak.

"Semakin kering, semakin banyak ikan yang mati dan situasi menjadi semakin genting," kata Anesio Junior, seorang nelayan 39 tahun di wilayah tersebut.

"Kami di sini meminta dukungan dari semua orang di pemerintah kota dan negara bagian yang dapat membantu kami dalam situasi darurat ini," pungkasnya. (Cici Jusnia)

 

Editor : Bahana.
#Kekeringan #amazon #radar jogja #ikan #mati #masyarakat #sungai