RADAR JOGJA - Salawat Kebangsaan digelar relawan Ganjar Pranowo. Khususnya mereka yang cinta salawat. Rangkaian gelar Salawat Kebangsaan menjadi penanda semangat persatuan, kebersamaan dalam kebhinnekaan dan keberagaman dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
"Sapa sing seneng salawat entuk ganjaran," ujar Ketua Panitia Salawat Masyhuri di sela acara di parkir timur Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Jamaah yang mengikuti pengajian Salawat Kebangsaan melebihi ekspektasi dan prediksi panitia. Sampai tengah malam dan berganti hari ada puluhan ribu jamaah. Peserta didominasi anak-anak muda. Mereka tampak ikut bersalawat dengan duduk tertib. Menikmati hiburan musik lalu bersama-sama bermunajat. Berdoa kepada Allah SWT atas segala nikmat, rahmat yang ada. Suasana ini terlihat pada Kamis (21/9) hingga Jumat (22/9) dinihari.
"Salawat Kebangsaan adalah bagian kerja gotong royong relawan cinta salawat, di awal bulan Rabiul Awal. Berharap syafaat Kanjeng Nabi Muhammad SAW, wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Kami harapkan orang yang tulus saatnya tampil, mas Ganjar Pranowo memimpin Indonesia," lanjut Masyhuri.
Menjelang masa kampanye Pileg dan Pilpres 2024, bisa disambut dengan kegembiraan dan partisipasi rakyat.
Ada harapan bangsa Indonesia tetap damai, aman dan tentram. Ke depan memiliki pemimpin yang mampu membawa persatuan bangsa Indonesia menjadi maju dan adil, makmur dan sejahtera.
Format salawat kebangsaan sengaja menghadirkan figur seperti Gus KH Muhammad Ali Shodiqin atau lebih akrab dikenal Gus Ali Gondrong dengan mafia salawat dan Gus Muwafiq.
Isi tausiyah kebangsaan mengungkapkan kaum muda pemilik masa depan bisa menitipkan harapan kepada sosok cerdas Ganjar Pranowo terpilih memimpin Indonesia di Pilpres 2024.
"Allahumma sholi ala Muhammad,.senang sekali bisa bersama kembali. Aftershine kini tengah keliling tur tematik. Muda Bikin Bangga, tagline tematik kita dapat dari Pak Ganjar Pranowo, terima kasih pak," kata Hasan, vokalis Aftershine.
Bagi Hasan, sosok Ganjar Pranowo adalah figur bapak yang diidolakan kaum muda, seperti kelompok musisi muda Aftershine. Seiring berjalannya waktu semakin bangga karena sebagai warga Sleman mendapatkan undangan khusus bisa dialog bersama kala Ganjar Pranowo masih menjabat Gubernur Jawa Tengah.
"Terima kasih, Pak Ganjar Pranowo itu idola bagi yang muda. Aftershine kini mendapatkan perhatian dikenal publik lebih luas," kata Hasan vokalis Aftershine.
Aftershine, di Sholawat Kebangsaan selain ajak bersholawat bersama juga beri hiburan lagu single mereka seperti Yowes Modaro, Ikhlas dan sejumlah lagu pop dangdut berbahasa Jawa yang akrab di kalangan sobat ambyar.
Baca Juga: Unisi Hotel Malioboro, Naik Kelas Jadi Hotel Bintang Tiga
Secara khusus, dilantunkan juga tembang baru rilis yaitu lagu untuk Ganjar Pranowo di tengah panggung Sholawat Kebangsaan.
"Kami musisi muda asal Sleman tengah tur tematik dengan tagline Muda Bikin Bangga, tagline yang diberikan oleh Ganjar Pranowo untuk semangat kaum muda berkarya," kata Hasan Aftershine.
Suasana semarak Sholawat Kebangsaan pun semakin meriah kala lantunan lirik lagu untuk Ganjar Pranowo disuarakan.
"Sopo wonge, sopo wonge," "Ganjar Pranowo"
"Sopo wonge?" "Ganjar Pranowo!" teriak puluhan ribu jamaah Sholawat Kebangsaan.
Lirik lagu Bumilangit Ganjaran dari Aftershine menggambarkan sosok Ganjar Pranowo bagi yang muda adalah idola semua kalangan. Sosok pemimpin yang merangkul bersama demi Indonesia lebih sejahtera.
Rekam jejak kerja dan figur Ganjar Pranowo adalah pemimpin berkarakter cerdas dan terampil, juga luwes dalam berinteraksi dengan beragam kelompok usia.
"Wayahe..wayahe wong tulus tampil.
Rambut putih sing myata kerjane
Wes wayahe sing tulus tampil," begitu sang vokalis Aftershine bernyanyi.
Ahmad Maruf Sekretaris Sholawat Kebangsaan menyebutkan rasa gembira, hati yang bahagia dan hadirnya semangat kebersamaan sangat lah penting terus dihadirkan dalam kehidupan keseharian rakyat Indonesia.
"Terima kasih telah bersama, kepolisian dan Banser yang jaga rasa aman dan seluruh jamaah sholawat yang ikuti rangkaian acara Sholawat Kebangsaan dengan tertib. Kita memang ingin kondisikan DIY lebih damai dan penuh rasa gembira dalam sambut tahapan Pemilihan Umum serentak dan Pilpres 2024. Tidak perlu gontok-gontokan kala berbeda pilihan, dan mari terus jaga dan merawat semangat bersatu untuk membangun Indonesia ke depan, mewujudkan harapan memiliki pemimpin yang merawat kebhinnekaan, memiliki rasa cinta tanah air, menghadirkan negara yang melindungi rakyatnya dan mampu membawa Indonesia lebih maju dalam bingkai NKRI," kata Ahmad Maruf. (kus)
Editor : Satria Pradika