RADAR JOGJA - Nilai kesakralan Hajad Dalem Sekaten Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat tercoreng dengan aksi sejumlah warga.
Pengalaman pahit didapatkan para abdi dalem Kanca Wiyaga Kawedanan Krida Mardawa saat menabuh gamelan di Kamandungan Masjid Gedhe. Beberapa di antaranya kehilangan keris, blangkon, dan sejumlah barang lainnya.
Penghageng Kanca Wiyaga Kawedanan Krida Mardawa Mas Riyo Susilomadyo menuturkan kejadian ini berlangsung pada Sekaten sebelumnya.
Tepatnya, saat prosesi penyebaran udhik-udhik oleh Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Bawono ka 10.
Warga yang antusias masuk hingga sisi dalam Kamandungan yang sejatinya diperuntukan khusus bagi para abdi dalem.
“Semakin ke sini itu semakin apa ya semakin saya katakan agak brutal karena terjadi tahun kemarin itu ada kasus mencuri keris, blangkon. Sebenarnya kan tidak boleh masuk Kamandungan. Tapi, saat Ngarso Dalem sebar udhik-udhik, warga masuk ke dalam,” jelasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIY Jumat (22/9).
Mas Riyo Susilomadyo menuturkan, para abdi dalem tak bisa mengantisipasi. Terlebih kala itu seluruhnya tengah fokus menabuh gamelan.
Ditambah lagi, kala itu adalah prosesi kondur gongso yang dihadiri langsung oleh Sri Sultan Hamengku Bawono ka 10.
Kejadian ini terjadi tepatnya di Kamandungan Kidul. Dalam prosesi sebar udhik-udhik, Sri Sultan Hamengku Bawono ka 10 menyebarkan uang koin ke arah abdi dalem. Saat itulah para warga masuk dan ikut mengambil koin yang dilemparkan.
“Kami juga belum tahu solusinya mau apa karena kalau tidak boleh masuk juga bagaimana. Kalaupun mau masuk monggo tapi jangan sampai merusak, apalagi mencuri. Tetap jaga kesakralan agar acaranya berjalan lancar,” katanya.
Prosesi Hajad Dalem Sekaten diawali Kamis malam (21/9). Berupa pemberangkatan gamelan Kanjeng Kyai Guntur Madu dan Kanjeng Kyai Naga Wilaga dari Karaton ke Kamandungan Masjid Gedhe.
Setelahnya kedua gamelan pusaka ini ditabuh bergantian setiap harinya hingga 28 September 2023.
Prosesi lainnya adalah Gladi Resik jelang Garebeg Mulud di Pelataran Kamandungan Kidul dan Pagelaran Karaton, Minggu pagi (24/9). Lalu proses Numplak Wajik di Panti Pareden Kompleks Magangan, pada Senin (25/9).
Untuk Kondur Gangsa berlangsung Rabu malam (27/9) dan Garebeg Mulud pada Kamis pagi (28/9). Diakhiri dengan Bedhol Songsong pementasan Wayang Kulit di Pagelaran Karaton, Kamis malam (28/9). (dwi)
Editor : Amin Surachmad