RADAR JOGJA - Penetapan kawasan Sumbu Filosofi Jogja bukan semata demi mendapatkan status warisan dunia. Pada prinsipnya, penetapan ini lebih didorong untuk melestarikan warisan budaya jati diri Jogjakarta yang berharga. Sekaligus, berbagi keistimewaan Yogyakarta dan dunia.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, tujuan utama penetapan ini bukan semata untuk mendapatkan status warisan dunia yang dianggap banyak negara sangat bergengsi.
"Perjuangan mempertahankan status jauh lebih berat, karena Sumbu Filosofi tidak hanya menjadi milik DIY, Indonesia tapi juga milik dunia. Sehingga komitmen bersama untuk menjaga sesuai standar internasional menjadi sangat penting untuk dipahami," katanya.
Baca Juga: Makna Sumbu Filosofi Jogja: Keselarasan dan Keseimbangan Hubungan Manusia dengan Tuhan, Sesama, dan Alam
Dian berharap penetapan Sumbu Filosofi Jogja sebagai warisan dunia ini akan memberikan dorongan semangat bagi seluruh pemangku kepentingan. Tidak hanya di Jogjakarta, tetapi juga di seluruh Indonesia, untuk bersama-sama melestarikan warisan budaya dan cagar budaya yang dimiliki.
"Selain itu, diharapkan pula penetapan ini dapat dijadikan ajang pembelajaran serta salah satu referensi dan inspirasi bersama akan nilai-nilai universal yang diperlukan untuk menciptakan dunia yang lebih baik di masa depan," ujarnya.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad selaku ketua delegasi pemerintah Indonesia pada sidang tersebut, menyampaikan terima kasih kepada Komisi Warisan Dunia UNESCO yang telah menetapkan Sumbu Filosofi Jogja untuk dicantumkan dalam Daftar Warisan Dunia (World Heritage List).
Dian berharap penetapan Sumbu Filosofi Jogja sebagai warisan dunia ini akan memberikan dorongan semangat bagi seluruh pemangku kepentingan. Tidak hanya di Jogjakarta, tetapi juga di seluruh Indonesia, untuk bersama-sama melestarikan warisan budaya dan cagar budaya yang dimiliki.
"Selain itu, diharapkan pula penetapan ini dapat dijadikan ajang pembelajaran serta salah satu referensi dan inspirasi bersama akan nilai-nilai universal yang diperlukan untuk menciptakan dunia yang lebih baik di masa depan," ujarnya.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad selaku ketua delegasi pemerintah Indonesia pada sidang tersebut, menyampaikan terima kasih kepada Komisi Warisan Dunia UNESCO yang telah menetapkan Sumbu Filosofi Jogja untuk dicantumkan dalam Daftar Warisan Dunia (World Heritage List).
Baca Juga: Gubernur HB X Klaim Kasus Kejahatan Remaja Turun 83 Persen, Respons Fenomena Kekerasan Remaja di Warmindo
“Kami merasa terhormat dapat menyumbangkan mutiara ini ke dalam Daftar Warisan Dunia, yang merupakan perpaduan indah antara warisan budaya benda dan takbenda,” ucapnya.
Mewakili Gubernur DIY dan atas nama Pemprov DIY, KGPAA Paku Alam (PA) X mengatakan, Sumbu Filosofi Jogjakarta dengan nama The Cosmological Axis of Yogyakarta and Its Historic Landmarks, kini tidak hanya menjadi milik Jogjakarta atau Indonesia. Tetapi, juga menjadi milik dunia.
“Kami merasa terhormat dapat menyumbangkan mutiara ini ke dalam Daftar Warisan Dunia, yang merupakan perpaduan indah antara warisan budaya benda dan takbenda,” ucapnya.
Mewakili Gubernur DIY dan atas nama Pemprov DIY, KGPAA Paku Alam (PA) X mengatakan, Sumbu Filosofi Jogjakarta dengan nama The Cosmological Axis of Yogyakarta and Its Historic Landmarks, kini tidak hanya menjadi milik Jogjakarta atau Indonesia. Tetapi, juga menjadi milik dunia.
"Saya, mewakili Bapak Gubernur DIY atas nama Pemda DIY mengucapkan syukur alhamdulillah atas ditetapkannya Warisan Budaya Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia dari Indonesia," ucapnya yang menghadiri langsung sidang penetapan
PA X menegaskan hal ini merupakan penghargaan dunia yang luar biasa untuk keberadaan nilai-nilai budaya adiluhung Jogjakarta sebagai nilai keistimewaan, identitas dan jati diri Jogjakarta. Budaya Jogjakarta berkontribusi untuk merawat keberlangsungan kesejahteraan dunia. (wia)