RADAR JOGJA - Taiwan telah mengeluarkan permintaan kepada China agar menghentikan tindakan unilateral yang merusak.
Hal ini terjadi setelah lebih dari 100 pesawat tempur China dan sembilan kapal angkatan laut terdeteksi di sekitar pulau yang dikelola sendiri oleh Taiwan. Beijing mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya dan telah meningkatkan tekanan diplomatik dan militer terhadap Taipei.
Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan bahwa jumlah pesawat tempur yang terdeteksi dalam 24 jam sangat tinggi, sementara Beijing belum mengeluarkan komentar resmi.
Dilansir dari AFP, Kementerian Pertahanan Taiwan menjelaskan bahwa dari jumlah total pesawat tempur yang terdeteksi, 40 di antaranya melintasi garis median yang disebut sebagai "garis tengah" Selat Taiwan.
Ini adalah zona yang memisahkan pulau tersebut dari China, dan pesawat-pesawat tersebut memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) di sebelah barat daya dan tenggara pulau.
Peningkatan kejadian pesawat tempur dan kapal China juga telah dilaporkan sebelumnya. Ini terjadi setelah pasukan Amerika Serikat dan Kanada melintasi Selat Taiwan.
Kementerian Pertahanan Taiwan mencatat bahwa telah terdeteksi 68 pesawat China dan 10 kapal angkatan laut di sekitar pulau dalam rentang waktu tertentu.
Beberapa di antara pesawat dan kapal tersebut menuju ke area di Pasifik Barat untuk melakukan latihan bersama dengan kapal induk Shandong milik China.
Selain itu, Kementerian Pertahanan Jepang juga melaporkan bahwa angkatan lautnya telah mendeteksi beberapa kapal China di perairan timur Taiwan.
Ini mencakup fregat, kapal perusak, kapal pendukung pertempuran cepat, dan kapal induk Shandong. China belum memberikan komentar resmi tentang latihan ini.
Analis menganggap bahwa China mungkin sedang menunjukkan kekuatannya untuk menghadapi pengaruh Amerika Serikat di wilayah Asia-Pasifik.
Mereka juga memimpin serangkaian latihan militer bersama sekutu di seluruh wilayah tersebut. China menganggap penting untuk mengatasi pembatasan militer yang diberlakukan oleh sekutu-sekutu demokratis yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
Terakhir, meskipun Beijing belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang penyerbuan terbaru ini, The Global Times China menyampaikan pandangan mereka di platform media sosial Weibo.
Mereka menekankan bahwa Taiwan adalah bagian yang suci dan tak terpisahkan dari China dan menganggap latihan militer yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Rakyat sebagai tindakan yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayah. (Cici Jusnia)
Editor : Bahana.