RADAR JOGJA - Donald Trump tampil di acara Meet the Press NBC pada hari Minggu (17/9), seharusnya untuk membahas platformnya dalam kampanye 2024.
Namun pada akhirnya, ia merespons pertanyaan pewawancara Kristen Welker dengan campuran ciri khasnya yang mencakup dirinya sendiri dan teori konspirasi.
Wawancara tersebut menunjukkan bahwa Trump masih kurang memiliki visi, pemahaman, dan kemampuan untuk mengatur dengan efektif tujuannya, seperti biasanya, sekedar untuk mempromosikan diri sendiri.
Dilansir dan NBC News, dalam wawancara tersebut, Trump gagal untuk mengartikulasikan visi kebijakannya jika terpilih kembali dan justru memfokuskan diri pada pengulangan keluhan tentang pemilu 2020 yang masih ia klaim sebagai "dicuri."
Ia juga menyatakan klaim bahwa kebijakan energinya bisa mencegah perang di Ukraina dengan menurunkan harga minyak.
Trump juga menjaga kesamaran dalam kebijakan substansial, memungkinkan pendukungnya untuk membaca apa yang mereka inginkan dari pernyataannya, sambil tetap mempertahankan teori konspirasi yang menolak hasil pemilu.
Dalam isu-isu kebijakan serius seperti aborsi, perang di Ukraina, dan pajak korporasi, Trump seringkali menghindari menjawab dengan jelas dan menggunakan retorika yang membingungkan.
Wawancara ini juga mengungkapkan bahwa Trump lebih memilih untuk berbicara kepada pengikutnya melalui platform media sosial dan sumber-sumber berita kanan, di mana ia bisa lebih bebas menyampaikan pandangan anti-trans dan teori konspirasi.
Secara keseluruhan, wawancara tersebut menggambarkan bahwa Trump lebih fokus pada dirinya sendiri daripada pada kebijakan-kebijakan yang relevan, dan ia menggunakan platform tersebut untuk mengungkapkan keluhan-keluhan daripada memberikan substansi yang berarti. (Cici Jusnia)
Editor : Bahana.