MUNGKID, Radar Jogja - Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang mencatat, pendapatan asli daerah (PAD) bidang kepariwisataan sudah melampaui target. Bahkan, sudah mencapai seratus persen di akhir Agustus dengan nilai Rp 3,98 miliar. Hal yang menjadi tolok ukur meningkatnya jumlah wisatawan.
Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Mulyanto mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun pasca pandemi, sektor kepariwisataan mulai menunjukkan tren positif. Terutama, di Kabupaten Magelang. Hal itu terbukti dari PAD yang sudah melampaui target.
Dia menyebut, Ketep Pass menjadi destinasi yang menyumbang PAD terbesar. Meski PAD telah melampaui target sebelum akhir tahun, namun masih ada beberapa destinasi wisata yang belum memenuhi target. Seperti Kolam Renang Mendut. Dari informasi yang ditangkap, destinasi tersebut hendak diakomodasi menjadi Kampung Mayaram.
Hal itu membuat pola yang bakal dibangun pun, tidak mungkin untuk mendapat alokasi anggaran. Sehingga berdampak pada pendapatan. Selain itu, ada destinasi lain yang dinilai memiliki pendapatan yang kurang. Yakni pemandian Kalibening, Secang yang sebelumnya pernah mati suri.
Kemudian, sudah dilakukan beberapa pembangunan dengan anggaran dari pemerintah pusat sekitar Rp 10 miliar. Namun, lanjut dia, penarikan retribusi yang cukup tinggi, dirasa membuat masyarakat banyak yang mengurungkan niatnya untuk ke pemandian Kalibening. "Dua objek wisata itu belum totalitas," bebernya saat ditemui, Senin (11/9).
Dia menuturkan, selain destinasi wisata alam dan buatan, disparpora juga mendorong destinasi wisata di desa. Dengan begitu, masing-masing desa mampu berkembang dan memberdayakan masyarakat sekitar. Sehingga nantinya bisa menjadi kepariwisataan yang tangguh.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Pemasaran dan Promosi Ketep Pass Edwar Alfian mengutarakan, pasca diluncurkannya spot wisata baru, yakni Menara Langit Merapi, kunjungan di Ketep Pass terus meningkat. "Dibuktikan per 31 Juli, (pendapatan) kita sudah target 100 persen lebih. Karena mencapai angka Rp 3 miliar," sebutnya.
Dia mengatakan, pada Agustus lalu, kunjungan sempat mengalami penurunan karena terdapat banyak event. Tapi, paea akhir Agustus, kunjungan mulai normal kembali. Setiap hari libur, kata dia, biasanya jumlah kunjungan menyentuh angka dua ribu per hari.
Apalagi cuaca saat ini tengah bagus dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melihat gagahnya Gunung Merapi dan Merbabu. Ketep Pass pun gencar mengoptimalkan promoai agar potensi kunjungan di kawasan Ketep, terus bertahan. Lebih-lebih bisa naik dibanding sebelumnya.
Dia berharap, kunjungan wisata di Ketep Pass yang terbilang cukup tinggi itu, peluangnya bisa ditangkap oleh masyarakat di sekitar kawasan. Seperti Negeri Kahyangan yang berada di Desa Wonolelo, Sawangan. Bahkan, tingkat kunjungannya hampir sama dengan Ketep Pass.
Edwar juga mendorong agar kawasan desa di Ketep Pass, bisa mengoptimalkan pariwisata. "Sudah mulai bermunculan seperti Gunung Gupak maupun petik strawberi yang terus berbenah. Saya berharap, masyarakat sekitar bisa menangkap limpahan kunjungan dari Ketep Pass," ujarnya.
Hanya saja, dengan tingkat kunjungan yang tinggi itu, Ketep Pass masih kekurangan lahan parkir. Untuk menambahnya pun, belum memungkinkan karena keterbatasan lahan. "Kalau mau nambah (lahan parkir) harus di bawah. Itupun harus ada shuttle dan gratis," imbuhnya.
Dengan kondisi itu, Edwar mendorong agar masyarakat memanfaatkan peluang tersebut dengan membuka lokasi parkir baru. Ketika muncul destinasi wisata dan aktivitas baru, praktis wisatawan akan menyebar di kawasan itu. "Artinya penambahan lahan parkir tidak melulu di tempat wisata, tapi disebar," terangnya. (aya)
Editor : Amin Surachmad