Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ribuan Orang Berebut 1,5 Ton Apem, Dalam Tradisi Saparan Ki Ageng Wonolelo

Iwan Nurwanto • Sabtu, 26 Agustus 2023 | 15:15 WIB
ANTUSIAS: Suasana tradisi Saparan Ki Ageng Wonolelo di Dusun Pondok Wonolelo, Kalurahan Widodomartani, Kapa newon Ngemplak, Sleman, kemarin (25/8).
ANTUSIAS: Suasana tradisi Saparan Ki Ageng Wonolelo di Dusun Pondok Wonolelo, Kalurahan Widodomartani, Kapa newon Ngemplak, Sleman, kemarin (25/8).

RADAR JOGJA - Ribuan orang tumpah ruah di Dusun Pondok Wonolelo, Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, kemarin (25/8). Mereka berebut 1,5 ton kue apem yang dibagikan dalam Saparan Ki Ageng Wonolelo ke-56.


Dipilihnya kue apem dalam kegiatan ini karena memiliki sejarah. Ketua Panitia Saparan Ki Ageng Wonolelo Wartono mengatakan, pemilihan kue apem bermula dari kepulangan Ki Ageng dan Nyi Ageng Wonolelo menunaikan ibadah haji. Usai pulang dari Makkah, keduanya membawa oleh-oleh kue gimbal. 


Namun oleh Ki Ageng Wonolelo diganti dengan kue apem yang kemudian dibagi-bagikan kepada masyarakat yang datang ke kediamannya. Wartono menjelaskan, digantinya kue gimbal dengan apem  juga memiliki makna sebuah ampunan.


Dalam ilmu keagamaan, ampunan sendiri memiliki arti rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya ketika dosa yang pernah ia perbuat dimaafkan. Sehingga tidak memberatkan hisab amalan buruknya di akhirat nanti, dan mempermudah jalannya menuju surga.


“Penyebaran apem dilaksanakan di area makam Ki Ageng Wonolelo, setelah sebelum penyebaran ada pembacaan tahlil,” ujar Wartono kepada Radar Jogja.
Wartono menjelaskan, tradisi tersebut dilaksanakan untuk memperingati, mengenang, sekaligus mendoakan pendiri dusun Pondok Wonolelo yang tak lain sosok ulama Ki Ageng Wonolelo. Tradisi ini digelar bertepatan dengan bulan sapar di minggu kedua.


Tradisi saparan Ki Ageng Wonolelo berlangsung selama 15 malam dan rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Selain kegiatan penyebaran apem, kegiatan juga diiringi berbagai acara hiburan tradisional maupun modern. 


Selain itu, ada pula kirab pusaka lima buah. Berupa mustaka masjid, kitab suci Alquran dan tombak milik Ki Ageng Wonolelo. “Untuk puncak acara saparan Ki Ageng Wonolelo ada kirab pusaka dan penyebaran apem yang dilaksanakan setelah salat Jumat,” terang Wartono. (inu/bah/laz)

Editor : Satria Pradika
#kue apem #saparan #Ki Ageng Wonolelo