Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Reog Ponorogo Menuju ICH dari UNESCO

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 26 Agustus 2023 | 05:49 WIB
Kesenian Reog Ponorogo, Jawa Timur. (Pinterest)
Kesenian Reog Ponorogo, Jawa Timur. (Pinterest)
 
 
RADAR JOGJA - Siap-siap Reog Ponorogo bakal ditetapkan sebagai intangible culture heritage (ICH) atau warisan budaya tak benda oleh the united nations eductional, scientific and cultural organization (UNESCO). Kini Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan tersebut. Pada Kamis (24/8/2023), Reog Ponorogo diboyong ke Jakarta untuk dihadirkan dalam Gelar Karya Revolusi Mental Pergelaran Pawai Budaya pada 27 Agustus mendatang. 
 
 
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pada gelaran itu, sejumlah materi dan isu-isu tentang budaya Reog Ponorogo dijabarkan, sebelum nantinya akan disidangkan Unesco pada akhir 2024 mendatang. 
 
 
Sejumlah klarifikasi terhadap isu lingkungan dan perlindungan satwa dibeber dalam pertemuan tersebut. 
 
Baca Juga: Suporter PSIM Antusias Nonton Launching dan Uji Coba Lawan Persekat, Rela Antre Tiket Hingga Dini Hari
 
Baca Juga: Pengerukan Sedimen, Bendungan Waduk Sempor Ditutup Sementara
 
 
Misalnya seperti bulu merak, sempat dipertanyakan Unesco. Dipastikan dijawab dengan adanya penangkaran merak di Ponorogo. Muhadjir pun menjelaskan, bulu diambil secara alami saat bulu merak memasuki proses perontokan bulu. 
 
"Pemkab Ponorogo telah memiliki peternakan merak. Setiap tiga bulan sekali bulu merak rontok, itu yang dijadikan bahan untuk Reog Ponorogo," terang Muhadjir yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu, dilansir dari Jawa Pos Radar Madiun, Jumat (25/8/2023). 
 
 
Selain masalah bulu merak, pemerintah juga meyakinkan Unesco terkait penggunaan kulit harimau. Pemerintah Indonesia meyakini bahwa bahan yang digunakan bukanlah berasal dari kulit harimau asli. Melainkan dari kulit kambing yang diberikan sentuhan modifikasi dan dilukis menyerupai kulit asli harimau. 
 
Baca Juga: Gebyar Gunungkidul Diagendakan Rutin Tahunan
 
 
 
 
 
"Jadi sebetulnya berbagai macam rintangan dan beberapa tuntutan persyaratan dari Unesco sudah kami penuhi. Sekarang tinggal menunggu waiting list," jelasnya.
 
Disinggung terkait klaim reong oleh Malaysia, dia memastikan hal tersebut telah dikonfirmasi oleh Negeri Jiran. Dipastikan isu klaim tersebut hanya kesalahpahaman  dan tidak dilakukan negara tetanga. 
 
"Pemerintah telah mengklarifikasi bahwa klaim tersebut tidak benar," ungkap Muhadjir. 
 
Reog Ponorogo merupakan warisan budaya tak benda (WBTB), sebanyak 60 seniman reog dan 10 seniman dadak merak bakal tampil di sejumlah titik di Jakarta. Selain menjadi ajang promosi budaya diharapkan sebagai kampanye memperoleh WBTB UNESCO.  (mel)
 
Baca Juga: Polres Bantul Tangkap Empat Tersangka Penyalahgunaan Obat, Termasuk Ciduk Pengedarnya dari Kab Bandung
 
Editor : Meitika Candra Lantiva
#WBTB Indonesia. #ICH #UNESCO #reog ponorogo #ICH Unesco #jawa timur #wbtb