Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

KPU DIY Periksa Kesehatan Komisioner dan Sekretariat, Deteksi Dini Agar Tak Tumbang saat Bertugas

Annissa Alfi Karin • Kamis, 17 Agustus 2023 | 22:07 WIB
CEK: Pemeriksaan kesehatan bagi komisioner dan sekretariat KPU DIY dan kabupaten/kota, Kamis (17/8). (Alfi Annissa Karin/Radar Jogja)
CEK: Pemeriksaan kesehatan bagi komisioner dan sekretariat KPU DIY dan kabupaten/kota, Kamis (17/8). (Alfi Annissa Karin/Radar Jogja)

 

JOGJA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY menggelar pemeriksaan kesehatan di Kantor KPU DIY, Kamis (17/8). Ini ditujukan bagi para komisioner dan jajaran sekretariat baik di tingkat provinsi maupun di 5 kabupaten/kota di DIY. 

Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan menjelaskan pemeriksaan kesehatan meliputi tensi, gula darah, kolesterol, dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Menurut Hamdan, ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan penyelenggara pemilu senantiasa dalam keadaan sehat.

"Karena ini juga berangkat dari pengalaman tahun 2019, di mana waktu itu banyak petugas yang sakit. Beberapa juga meninggal dunia. Dari evaluasi itu, maka sedari awal ada upaya pencegahan dari KPU dengan menggandeng kampus," kata Hamdan saat ditemui di Kantor KPU DIY Kamis (17/8).

Nantinya pemeriksaan kesehatan tak hanya dilakukan pada jajaran KPU DIY maupun di tingkat kabupaten/ kota. Hamdan menyebut, cek kesehatan juga akan dilakukan pada penyelenggara pemilu di level adhoc, yakni PPK, PPS, dan KPPS. Hal ini mengingat pada gelaran pemilu sebelumnya, justru di level adhoc-lah banyak petugas yang tumbang.

"Ini karena mereka punya beban kerja yang sama," katanya.

Hamdan menyebut hasil pemeriksaan kesehatan nantinya akan dianalisa terlebih dahulu. Bagi petugas yang dinilai memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik akan diberikan masukan. Sehingga diharapkan, penyelenggara pemilu bisa meningkatkan kualitas kesehatan.

"Hasil pengecekan akan dianalisa dulu, diolah dulu. Nanti hasilnya seperti apa mereka akan memberikan advise orang per orang. Itu yang kita harapkan sehingga masa ini kami harus lebih melihat kondisi kesehtaan petugas kami di tingkat provinsi dan kabupaten/kota," katanya.

Sekretaris KPU Sleman yang juga menjadi peserta pemeriksaan kesehatan, Sugiharto, menyebut pemeriksaan kesehatan menjadi hal yang penting bagi para penyelenggara pemilu. Ini karena nantinya mereka akan bekerja penuh melayani masyarakat. Selain itu, ritme kerja yang dilakukan juga terbilang tinggi.

"Penting ya bagi penyelenggara pemilu. Apalagi ini kan juga tahapannya sudah mendekati ke 2024. Jadi kesehatan itu menjadi utama dan penting karena ritmenya akan cukup tinggi dengan 24 jam kita melayani penyelenggaraan pemilu. Dan salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kesehatan," ujarnya.

Usai diperiksa, Sugiharto dipastikan memiliki tensi dan gula darah yang normal. Hanya saja, asam urat yang dia miliki sedikit lebih tinggi dari normal.

"Hasilnya alhamdulillah, secara pribadi normal gula darah, tensi. Cuma di asam urat yang kelebihan 0,6. Ini bukan pertama kali, sebelumnya 3 bulan yang lalu kita juga medical check-up," katanya. (isa)

Editor : Amin Surachmad
#Medical Check-up #kpu diy #pemeriksaan kesehatan