RADAR JOGJA - Jagad maya dihebohkan dengan video viral suara misterius dari dalam tanah. Fenomena itu Dusun Tengah, Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang diabadikan warga dan diunggah ke media sosial, Sabtu (12/8/2023). Hingga saat ini video tersebut masih berseliweran di TikTok.
Berikut fakta-fakta fenomena dentuman keras di dalam tanah yang menghebohkan warga dihimpun Radar Jogja.
1. Awalnya suara dentuman tersebut dikira aktivitas warga yang sedang merenovasi rumah. Namun tidak ditemukan aktivitas orang merenovasi rumah di sekitar lokasi tersebut.
Ada juga yang mengira ada warga yang sedang menggali sumur maupun memecah batu. Setelah dicek dentuman sumbernya berasal dari dalam tanah.
Baca Juga: Momentum HUT ke-78 RI, Minimalisasi Peningkatan Sampah
2. Tak hanya dentuman, tanah juga bergetar disertai bunyi keras. Hal ini dirasakan di lima rumah warga. Yakni rumah milikJakfar, Badrun, Naim, Ramli dan Jazuli, semuanya warga Dusun Tengah.
3. Peristiwa ini terjadi Sabtu, suara itu terdengar sekitar pukul 09.42 hingga 10.30. Berdasarkan keterangan warga sekitar, pada pukul 13.00 hingga menjelang Magrib suara itu sudah tidak terdengar lagi.
4. Warga telah melaporkan kejadian ini kepada Polres Sumenep dan di titik lokasi dipasang garis polisi dan koordinasi dengan TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, tim Geologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikal (BMKG) Pasuruan, Jawa Timur.
5. Polsek Sumenep telah melakukan pengecekan di sekitar lokasi tidak ada aktivitas penambangan.
6. Sebagian warga di sekitar titik lokasi diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu. Beruntung dentuman tidak berimbas pada tanah dan bangunan. Tidak sampai menimbulkan retakan.
7. BMKG Pasuruan berikan penjelasan, terkait sumber dentuman masih simpang siur dan masih dalam pendalaman tim ahli dari BPBD dan ITS. Kepala BMKG Sumenep Jawa Timur Usman Holid mengatakan, dentuman misterius ini baru pertama kali terdengar dan dirasakan warga. Fenomena alam ini merupakan pertama kalinya terjadi dan ditemukan di Sumenep. (mel)