MUNGKID - Tebing di aliran Sungai Senowo setinggi sekitar 75 meter yang berada di Dusun Trono, Desa Krinjing, Dukun, Kabupaten Magelang, longsor. Longsor itu sampai membentuk pening atau danau kecil. Akibatnya, pipa saluran air bersih tertutup.
Kebutuhan air bersih untuk warga sejatinya masih terpenuhi. Tapi, warga kesulitan untuk mengairi lahan pertaniannya.
Kepala Desa Krinjing Ismail mengatakan, tebing longsor itu sudah terjadi sejak satu bulan yang lalu. Namun, tidak terlalu tinggi.
"(Longsor) hampir satu bulan yang lalu, tapi kecil. Minggu kemarin longsor lagi dan besar," bebernya kepada Radar Jogja di lokasi, Kamis (10/8).
Dia menduga, material di aliran Sungai Senowo yang labil hingga aktivitas Merapi, menyebabkan tebing tersebut longsor. Ismail menyebut, tinggi tebing yang longsor itu mencapai 75 meter.
Kemudian, material longsor tersebut memunculkan pening atau danau baru dengan kedalaman sekitar 10 meter akibat penumpukan aliran sungai. Sehingga, menyebabkan saluran air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga, tersumbat.
Kendati begitu, kebutuhan air sehari-hari untuk sekitar seratus kepala keluarga Dusun Trono masih tercukupi. Air dialihkan ke Sungai Tlingsing. Namun, lanjut dia, kebutuhan air bersih masih kurang untuk mengairi lahan pertanian warga.
"Ya, tetap ada pengaruhnya (saluran pipa yang tertimbun), tapi tidak terlalu signifikan," jelasnya.
Beruntung di aliran Sungai Senowo, kata dia, tidak ada aktivitas penambangan. Baik secara manual maupun menggunakan alat berat.
Apabila sewaktu-waktu pening tersebut longsor, tidak mengganggu aktivitas di bawahnya. Namun, hal itu juga harus tetap diwaspadai oleh warga. (aya)
Editor : Amin Surachmad