RADAR JOGJA - Selebgram Bayu Eko Moektito atau dikenal Bayu Skak ajak Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto bahas tentang "ekspansi" industri kreatif hingga dunia perfilman. Bincang-bincang ini dibagikan dalam reels instagram pribadi Bayu Skak bernama moektito, Sabtu (5/8/2023).
Pada unggahan itu, Bayu dan Prabowo tampak duduk bersama. Kemudian Bayu bertanya kepada Prabowo, apakah mengerti One Piece. Prabowo pun menjawab tahu, namun tidak mengikuti serial anime Jepang itu.
Bayu menjelaskan, One Piece merupakan sebuah karya kreatif yang spektakuler dikembangkan Jepang.
"Ada nggak anak-anak Indonesia yang bisa bikin kayak begitu?," tanya Prabowo kepada Bayu.
"Banyak pak, tapi kita selama ini hanya menjadi tukang. Tukang dalam artian sumber daya manusia banyak, tapi kita tidak bisa membikin sendiri Intellectual Property-nya (IP-nya). Sehingga kita hanya menjadi tukang pak," ujar Bayu yang ditanggapi Prabowo dengan anggukan.
Bayu pun memberitahukan kepada Prabowo terkait Jepang punya strategi budaya yang fantastis. Bukan hanya terkait pertahanan, yang kemudian langsung ditanggapi Prabowo.
"Kita offense dalam rangka pertahanan. Wawasan kita, kita tidak mau mencaplok negara lain," sela Prabowo.
Bayu menyahut, yang dimaksud offense itu dalam bentuk kreatif. Dan itu dilakukan Jepang. Sebagaimana Bayu menjelaskan, pada serial Anime One Piece yang dinilai spektakuler itu menyimpan cerita kaitannya dengan Amerika Serikat menjatuhkan bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki. kemudian di bom balik Jepang, dengan karya kreatif. Kala itu berupa Astro boy. Jepang tidak menyerang balik dengan bom atom maupun bedil tapi kreativitas salah satunya melalui anime.
"Di awal itu mereka melihat bahwa ini cuman kreatif saja, yaudah lah nggak papa. Tapi di dalam situ dimasukkan budaya-budaya Jepang dan anak-anak Amerika ini yang nonton," kata Bayu, pecinta wibu dan film drama korea (drakor) ini.
Selanjutnya, 20 tahun kemudian, secara tidak langsung Amerika sudah terkena ekspansi. Amerika terjajah oleh Jepang dalam segi budaya. Sushi bisa berdiri disana, restoran-restorannya, ramen dan sebagainya. Juga Pemerintah Jepang juga punya strategi konkrit untuk konten itu bisa dieksplor sebanyak-banyaknya.
Menurut Bayu, Jepang berhasil menerapkan cara menyerang Amerika. Yaitu dengan kenali, cintai dan konsumsi. Dan ini menjadi cara menyeramkan dilakukan tidak hanya Jepang, Namun juga Korea Selatan belakangan ini.
Bayu, yang juga penulis naskah film ini menilai, Indonesia belum seperti Jepang dan Korea Selatan. Termasuk dalam segi lokomotif kreatifnya. Peran pemerintah menjadi sangat penting. Sebagaimana di Jepang yang mendukung penuh mulai dari IPnya juga dari segi pendanaannya.
"Kalau kita disini kan kayak, danai saya-danai saya, ess masuk PNS saja dulu," ujar Bayu. (mel)
Editor : Meitika Candra Lantiva