RADAR JOGJA - Agustus merupakan bulan merah putih. Identik dengan bendera Indonesia yakni Merah-Putih.
Atribut berwarna merah dan putih dikibarkan untuk menandai peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia setiap Agustus.
Tapi, ternyata, di dunia ada beberapa negara yang memiliki bendera dengan komposisi warna bendera merah dan putih seperti Indonesia. Negara mana saja?
Baca Juga: Alun-Alun Berdebu, Upacara HUT RI Dipindah ke Stadion Gelora Handayani
1. Monako
Negara pertama yang memiliki komposisi warna bendera sama persis dengan Indonesia adalah Monako. Bendera Monako sama-sama memiliki dua garis warna merah di bagian atas dan putih di bagian bawah. Dilansir dari Wikipedia, warna merah dan putih sudah menjadi corak khas keluarga Grimaldi (keluarga dari Genova dan penguasa Monako) paling tidak semenjak 1339, tetapi dengan desain yang berubah-ubah.
Bendera Monako yang asli sudah digunakan sejak awal kerajaan ini berdiri, kecuali saat Monako dianeksasi Prancis pada periode 1793-1793. Bentuknya kini yang lebih sederhana mulai digunakan sejak 4 April 1881.
Perbedaan Bendera Indonesia dan Monako terletak pada rasio bendera. Bendera Merah Putih milik Indonesia mempunyai perbandingan panjang dan lebar sebesar 2:3. Sedangkan bendera Monako mempunyai perbandingan panjang dan lebar sebesar 4:5.
Baca Juga: Ini Sejarah Bendera Merah-Putih, Dulu Bendera Perang Majapahit
2. Polandia
Negara kedua yang memiliki komposisi warna sama dengan Indonesia adalah Polandia. Namun, Polandi menempatkan warna putih di bagian atas dan warna merah di bagian bawah. Selain itu, rasio ukuran bendera Polandia 5:8.
Bendera Polandia telah digunakan sejak awal abad ke-20. Bendera yang saat ini diketahui diciptakan pada 1 Agustsu 1919.
3. Singapura
Negara kedua yang memiliki komposisi warna sama dengan Indonesia adalah Singapura. Bahkan tata letak dan ukuran bendera kedua negara pun sama. Perbedaan bendera Merah Putih Indonesia dengan Singapura terletak di keberadaan bulan sabit dan 5 bintang yang disusun bundar pada bagian warna merah bendera.
Baca Juga: Warga Bentangkan Merah Putih Sepanjang 780 Meter
Warna merah bermakna persaudaraan dan kesamaan segala manusia. Sedangkan warna putih melambangkan kesucian dan kebaikan. Bulan sabit melambangkan sebuah negara muda yang sedang maju. Kelima bintang melambangkan lima prinsip yang dipegang oleh Singapura: demokrasi, keamanan, kemajuan, keadilan, dan kesaksamaan.
Bendera ini diperkenalkan pada 3 Desember 1959 saat pelantikan Yang Dipertuan Negara/kepala negara Encik Yusof bin Ishak. Diciptakan oleh sebuah komite yang diketuai oleh Wakil Perdana Menteri pada masa itu, Dr. Toh Chin Chye. Bendera ini menggantikan bendera Union Jack yang telah berkibar di Singapura selama 140 tahun (1819-1959). Bendera Singapura juga dikibarkan oleh sebagian besar rakyatnya pada bulan Agustus selama satu bulan untuk merayakan hari kebangsaan mereka.
4. Republik Malta
Menurut Wikipedia, bendera salah satu negara di Eropa yang terkenal dengan makanan khasnya yakni Kwarezimal ini diadopsi pada tanggal 21 September 1964. Bendera ini diidentifikasi dengan dwiwarna sama seperti Indonesia yakni merah dan putih. Rasio benderanya pun sama.
Namun perbedaannya berada di peletakan nya yang secara vertikal dan dimulai dari warna putih terlebih dahulu kemudian warna merah. Perbedaan selanjutnya juga dibagian putih terdapat tambahan tanda sebuah Salib George di kiri atas yang diberikan oleh Raja George VI kepada seluruh rakyat Malta karena jasa-jasa mereka dalam Perang Dunia II. Bendera Malta ini unik karena merupakan satu-satunya bendera di dunia yang memasang tanda jasa dari negara lain di bendera mereka.
5. Greenland
Negara yang memiliki taman nasional terbesar dan paling utara di dunia yakni Taman Nasional Greenland Timur Laut ini menjadi negara kelima yang memiliki komposisi warna yang sama dengan Indonesia.
Bendera negara ini memiliki susunan warna serupa dengan Polandia namun terdapat tambahan sebuah lingkaran di sebelah kiri dengan warna serupa namun berkebalikan dengan warna dasarnya. Bendera Greenland didesain oleh Thue Christiansen yang merupakan seorang guru, seniman dan politikus asal Greenland. Bendera ini menang tipis atas bendera Nordik hijau-putih dalam pemilihan bendera nasional Greenland dan akhirnya resmi diadopsi pada 21 Juni 1985.
Editor : Amin Surachmad