Buntut Dianggap Hina Jokowi, Rocky Gerung Dapatkan Persekusi hingga Minta Partai Ubah Undang-undang
Meitika Candra Lantiva• Sabtu, 5 Agustus 2023 | 22:43 WIB
ANGKAT BICARA: Rocky Gerung memberikan keterangan dalam Konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube miliknya, Jumat (4/8/2023). (Tangkapan layar YouTube Rocky Gerung Official)
RADAR JOGJA - Video viral Rocky Gerung yang dianggap menghina Presiden Jokowi, berbuntut panjang. Bahkan Rocky mengaku mendapatkan persekusi ketika hendak memberikan kuliah umum dalam kegiatan yang diundang mahasiswa.
"Selama kurang lebih satu minggu ini, ketika kasus ini mulai beredar saya ada (undangan, Red) 9-10 kota di Indonesia. Diundang itu dengan maksud seperti biasa memberi kuliah umum. Tetapi dari undangan ini seluruhnya dipersekusi," ungkap Rocky Gerung dalam Konferensi Pers yang disiarkan langsung melalui kanak YouTube miliknya, Jumat (4/8/2023).
Persekusi itu, menyebabkan Rocky ditolak masuk kampus dan bertemu akademisi. "Saya nggak boleh masuk kampus, saya nggak boleh ketemu akademisi," ujarnya.
Salah satunya, sebagaimana terjadi di Jogjakarta. Acara diskusi yang mengundang dirinya menjadi gempar karena penolakan massa. "Saya dihalangi untuk bertemu dengan kurang lebih 1.500-2.000 mahasiswa disitu. Justru itu dihalangi oleh PDI Perjuangan," beber Rocky.
Dia menyesalkan penolakan itu. Bertemu dengan mahasiswa sudah menjadi tugasnya sebagai pendidik. Bertahun-tahun juga dia mengajar di sekolah Megawati tentang pikiran bangsa.
"Jadi kalau saya mau terangkan pikiran bangsa. Kok dihalangi oleh partai dimana saya mengajar tentang pikiran bangsa," ungkapnya heran. Menurutnya, bukan tugas partai menghalangi dirinya untuk berbicara dengan mahasiswa.
Rocky menekankan, agar partai mengubah undang-undang. Jika intelektual atau akademisi atau kritik sosial tidak boleh bertemu dengan mahasiswa.
"Toh kalian partai, punya kekuatan mengubah undang-undang. Silahkan ubah undang-undang di DPR. Bahwa Intelektual atau akademisi atau kritik sosial nggak boleh bertemu mahasiswa. Itu," tegasnya. (mel)