Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hadapi Kekeringan, BPBD Belum Ajukan Anggaran BTT

Iwan Nurwanto • Kamis, 20 Juli 2023 | 18:35 WIB

DISALURKAN: Petugas saat melakukan dropping air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bantul pada Selasa (18/7/23).
DISALURKAN: Petugas saat melakukan dropping air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bantul pada Selasa (18/7/23).
 



RADAR JOGJA - Dampak musim kemarau berupa kekeringan mulai dirasakan sebagian wilayah di Kabupaten Bantul. Beberapa di antaranya bahkan sudah membutuhkan droping air bersih. Meskipun demikian, BPBD Bantul belum mengajukan anggaran belanja tak terduga (BTT) untuk penanganan masalah kekeringan di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, pihaknya belum mengajukan maupun menganggarkan alokasi BTT karena sampai saat ini belum ada permintaan droping air bersih ke BPBD. Sehingga anggaran rutin yang dimiliki oleh instansi tersebut pun masih bisa dimaksimalkan atau digunakan terlebih dahulu.


Dia juga merinci, anggaran Rp 22 juta sudah disiapkan untuk droping air bersih. Anggaran sebesar itu setara dengan operasional droping air bersih sebanyak 76 tangki berkapasitas 5.000 liter.

"Namun untuk BTT kekeringan belum kami ajukan dan anggarkan, karena aggaran rutin BPBD masih ada," ujar Antoni Rabu (19/7/23).

Meski demikian, saat ini sebagian masyarakat di wilayah Kapanewon Dlingo sudah mengalami kesulitan air bersih. Di antaranya Padukuhan Gayam dan Padukuhan Maladan di Kalurahan Jatimulyo. Serta Padukuhan Pancuran yang terletak di Kalurahan Terong. 

Kapolres Bantul AKBP Michael R Risakotta menyatakan, pihaknya bersama dengan stakeholder terkait sudah melakukan droping air ke tiga wilayah tersebut pada Selasa (18/7/23). Jumlahnya sendiri mencapai tiga truk tangki berkapasitas 5.000 liter air. "Kami mendapat laporan bahwa warga kesulitan air bersih. Karena itu, kita salurkan air bersih sebanyak 15 ribu liter," katanya.

Diketahui, Pemkab Bantul juga sudah menetapkan status siaga darurat sejak 6 Juli. Dan akan terus diterapkan sampai 3 September mendatang. Status siaga darurat kebencanaan bisa diperpanjang menyesuaikan kondisi kekeringan di Kabupaten Bantul. (inu/eno)

Editor : Satria Pradika
#btt #BPBD Bantul #Bantul #BPBD