JOGJA - Ecoprint makin berkembang di wilayah DIY. Salah satu pelakunya adalah Rr Modesta Nursanti.
Perempuan yang akrab disapa Santi ini memulai usahanya sejak 2014 silam berawal dengan fokus di jasa home decor dan desain. Lalu, pada 2018 dirinya merambah ke ranah ecoprint hingga sekarang.
Dalam perjalanannya,Santi tidak saja membuat ecoprint pada medium kain yang selanjutnya dijadikan baju. Ada pula ragam inovasi yang dilakukannya seperti pemanfaatan kanvas lukis hingga tumbler minum.
"Medianya bisa beragam, ada yang saya buat di kanvas lukis, botol minum, juga pada media kulit," jelasnya pada Radar Jogja Sabtu(6/7).
Pada proses produksinya Santi berinovasi menggunakan beragam daun seperti Jati hingga beragam jenis daun Jarak.
"Pada dasarnya semua daun bisa, tapi paling optimal itu yang banyak mengandung tanin, sebuah zat yang berkaitan dengan warna," lontarnya.
Saat ini Santi banyak mengakomodasi kebutuhan kustomer berdasarkan permintaan. Dia mengusahakan segala kebutuhan menyesuaikan permintaan mulai dari baju, dress, hingga beragam luaran lainnya. Hal tersebut bisa diakomodasi karena dirinya juga memiliki latar belakang desainer dan lukis sehingga memudahkannya pada proses kreatif yang dilakukan.
Sementara terkait harga, Santi membanderol produknya mulai dari pouch seharga Rp 50 ribu hingga ada dress yang mencapai Rp 1 juta. "Tapi secara umum yang saya jual paling banyak di angka Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribuan," bebernya.
Produk-produk buatan Santi saat ini didistribusikan di area suvenir Bandara YIA dan Malioboro Mall. Selain itu, dia aktif menjual lewat sosial media dan juga terlibat dalam pameran.
"Cukup aktif juga untuk pameran atau fashion show, pernah juga saya di liput sebuah majalah terkait produk saya," paparnya.
Sebagai sebuah bisnis dengan kategori UMKM, Santi bergabung dalam Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogjakarta. Bergabung kurang lebih sejak 2019 silam.
Pada penerapannya, Santi mengaku mendapat banyak benefit seperti pendampingan terkait legalitas HAKI, proses pemasaran, dan pengenalan relasi. Banyak terlibat di ragam agenda dengan dinas-dinas terkait.
"Seingat saya bergabung ke Dinas Perindustrian UKM Kota itu tahun 2019. Sementara untuk join ke Dinas Koperasi dan UKM DIY tahun 2021," terangnya.
Ke depan, Santi berangan-angan dapat memasarkan produknya secara lebih masif. Produksi dapat dikembangkan di skala yang lebih besar.
"Saat ini sedang mengumpulkan modal. Tujuannya untuk membuka toko yang lebih besar juga pasti," sebutnya.
Penuturan lain datang dari Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogjakarta Tri Karyadi Riyanto. Tri mengaku instansinya terus melakukan proses pendampingan dan juga pengawalan terhadap para pelaku UMKM di berbagai sektor.
"Ragam proses sudah kami jalankan untuk UMKM dan ada business matching oleh para pelaku UMKM yang ingin kami capai," tandasnya.
Proses kurasi yang dilakukan meliputi beberapa aspek. Antara lain, legalitas usaha para pelaku UMKM mulai dari HAKI, merek, dan hak cipta. Hingga sertifikasi halal dan BPOM bagi tenant makanan.
"Kami menanungi beragam UMKM dengan sektor usaha yang juga beragam. Kami selalu mengusahakan untuk peningkatan mereka di segala aspek," paparnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad