BANTUL - Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan aksi solidaritas dengan menggelar doa bersama dan salat gaib, pada tanggal (17/7) malam di Kampus UMY.
Hal tersebut dilakukan setelah keputusan polisi mengidentifikasi korban mutilasi yang diduga merupakan mahasiswa dari kampus tersebut.
Terlihat di sana, para mahasiswa itu begitu terpukul dengan kepergian salah satu kerabat mereka. Dinyalakan puluhan lilin sebagai simbol kehilangan dalam acara doa bersama tersebut.
Dekan Fakultas Hukum (FH) UMY Iwan Satriawan mengatakan dari pihak kampus sudah mengkonfirmasi kalau korban mutilasi merupakan mahasiswanya.
"Dari aksesori yang ditemukan, lalu kemudian telah dikonfirmasi kepada warga. Dan itu memang benar aksesorisnya dari Redho," ujarnya.
Setelah mendapatkan informasi penyidik dari kepolisian. Dari pihak kampus langsung melakukan sholat gaib dan doa bersama.
Menurut Iwan, selama ini korban dikenal sebagai sosok anak yang baik serta rajin dalam berbagai kegiatan kampus.
"Saya juga beberapa kali telah berinteraksi dengan Redho. Dan dia adalah mahasiswa yang baik dan aktif," katanya.
Disebutkan, Redho adalah salah satu dari tim mahasiswa yang menerima hibah penelitian dari kampus. Dan ia juga dikenal sebagai sosok yang menurut serta baik hati. Sehingga banyak orang yang kenal dengannya tidak percaya atas kepulangannya.
Iwan juga berharap setelah ini agar polisi memeriksa pelaku dengan cermat dan memprosesnya dengan sebagaimana mestinya serta memberikan hukuman yang sesuai dengan undang-undang. (ayu)
Editor : Amin Surachmad