Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kembangkan Potensi Pertanian Timun Baby lewat Lomba

Khairul Ma'arif • Senin, 17 Juli 2023 | 23:00 WIB
RESMI DIBUKA: Pemkab Sleman menggelar lomba antar-KWT untuk pembudidayaan timun baby Minggu (16/7/23).
RESMI DIBUKA: Pemkab Sleman menggelar lomba antar-KWT untuk pembudidayaan timun baby Minggu (16/7/23).

RADAR JOGJA - Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar lomba tanam timun baby cup untuk Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan itu sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani.


Penyelenggaraannya oleh Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan itu dibuka Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo Minggu (16/7/23). Dia menyambut baik inisiatif yang dilakukan dinas yang dipimpin oleh Suparmono tersebut. Gagasannya dinilai menjadi jalan baru untuk meningkatkan kesejahteraan petani.


Selain itu, tentunya, lomba ini diharapkan dapat membuat kualitas produksi holtikultura Sleman semakin meningkat. “Jadikan sebagai motivasi untuk menghasilkan produk yang sehat, berkualitas, dan nanti hasilnya bisa dirasakan ibu-ibu. Semoga hasilnya pun dapat meningkatkan kesejahteraan ibu-ibu semua,” ujar Kustini dari keterangan yang diterima Minggu (16/7/23).


Dia menilai, seharusnya inovasi ini juga dilakukan pada komoditas lain. Sehingga, semakin banyak peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memakmurkan lahan pertanian Sleman. Untuk mecapainya, Kustini mengajak KWT untuk berkolaborasi dengan kelompok petani milenial. Agar dapat melahirkan inovasi baru melalui teknologi terkini.


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman Suparmono menyampaikan, lomba tanam timun baby dilaksanakan sebagai bentuk pengembangan lahan pertanian Sleman. Dia menambahkan timun baby dapat panen 20-35 kali dalam satu bulan. Hasil panennya dapat mencapai kisaran 3 ton pada lahan 1.000 meter persegi.


Oleh karena itu, diharapkan dapat menjadi peluang baru bagi KWT dalam meningkatkan pendapatan. “Penanaman dilaksanakan maksimal pada 25 Juli. Untuk proses penanaman berlangsung selama sekitar 1 bulan. Dan kami berusaha untuk menghubungkan KWT untuk pasar timun yang Insya Allah sangat potensial,” ucapnya.


Dalam kegiatan pembukaan itu, Kustini yang didampingi Suparmono menyerahkan bantuan sarana budi daya timun baby kepada perwakilan KWT yang hadir. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman juga memfasilitasi KWT dengan diskusi melalui kegiatan bimtek budi daya timun baby. (cr3/eno)

Editor : Satria Pradika
#KWT #Sleman #Timun Baby #dinas pertanian