BANTUL - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi bencana meteorologi di tengah musim kemarau seperti sekarang. Pasalnya, potensi bencana angin kencang hingga longsor masih bisa terjadi meskipun kondisi cuaca sedang kering.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, saat ini angin moonson dari benua Australia masih berpotensi melewati wilayah Asia. Kondisi tersebut membuat awan hujan bisa muncul di sebagian wilayah Indonesia.
Kondisi itu berdampak pada masih sering turunnya hujan meski di tengah musim kemarau. Bahkan, hujan berpotensi turun sampai beberapa hari ke depan.
Ia menyampaikan, hujan yang turun di wilayah Indonesia akibat fenomena tersebut juga bisa berupa hujan sedang hingga lebat. Kondisi itu menurutnya juga akan meningkatkan potensi cuaca ekstrem dan berdampak pada timbulnya bencana hidrometeorologi seperti angin kencang dan tanah longsor.
Khusus untuk tanah longsor, Dwikorita menyebut, bisa lebih berbahaya karena kondisi tanah yang rusak atau kering akibat musim kemarau beberapa waktu terakhir. Ia pun meminta agar masyarakat yang tinggal di wilayah lereng untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana.
"Jika terjadi hujan lebat sangat berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi. Karena lahannya rusak jadi lereng rawan longsor dan juga rawan banjir. Sehingga harus diwaspadai," ujar Dwikorita di sela kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan yang dilaksanakan di Pantai Baru, Bantul pada Jumat (14/7).
Meksipun ada potensi turun hujan di tengah musim kemarau, mantan Rektor UGM itu juga meminta masyarakat agar selalu waspada terhadap bencana kekeringan. Kemudian, juga bencana kebakaran lahan dan hutan pada beberapa wilayah di Indonesia.
Dwikorita pun menghimbau, agar masyarakat untuk rutin melihat informasi cuaca yang disediakan oleh BMKG. Mengingat wilayah Indonesia yang berada di antara dua samudra dan dua benua, menurutnya, bisa membuat perubahan iklim dan cuaca yang sangat mendadak.
"Jadi, di Indonesia itu bisa terjadi bencana kekeringan bersamaan dengan banjir dan longsor," katanya. (inu)