Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mentan Minta Penanganam Selesai Sepekan

Gunawan RaJa • Jumat, 14 Juli 2023 | 14:20 WIB

 

PERHATIAN PEMERINTAH: Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo secara simbolis menyerahkan bantuan vaksin di gedung TBG untuk warga Gunungkidul Kamis (13/7/23)
PERHATIAN PEMERINTAH: Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo secara simbolis menyerahkan bantuan vaksin di gedung TBG untuk warga Gunungkidul Kamis (13/7/23)

RADAR JOGJA - Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo berharap dalam waktu sepakan ke depan
penanganan penyakit antraks di Gunungkidul dapat diselesaikan. Sebagai bentuk dukungan, Kementan menggelontorkan anggaran sarana dan prasarana sekitar Rp 631 juta.

Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Gunungkidul kemarin (13/7) sore. Kedatangannya bersama rombongan disambut oleh Bupati Gunungkidul Sunaryanta di Taman Budaya Gunungkidul  (TBG). Dia secara khusus datang karena persoalan antraks yang mewabah dalam beberapa hari terakhir."Dari deteksi di Kementan (kasus antraks) hanya terjadi di Gunungkidul ini dan salah satu yang mengejutkan karena terkontaminasi pada manusia," kata Syahrul.


Menurutnya sejauh ini penanganan terhadap semua penyakit hewan dan tanaman di Gunungkidul berlangsung baik. Tapi dia mengaku sempat terkejut dengan kemunculan antraks.
"Tapi memang antraks tidak bisa hilang. Di tanah bisa bertahan bertahun-tahun," ujarnya.

Jika sudah demikian, langkah selanjutnya adalah menyiapkan agenda penanggulangan disemua daerah. Agenda penanganan darurat. Hewan yang terkena antraks tidak boleh disentuh, tapi dibakar dan dikubur."Jangan lagi ada yang bongkar. Kemudian lokalisasi zona merah hingga sejauh 200 meter dijaga oleh puskeswan," ujarnya.

Agenda kedua adalah temperatur agenda atau mengedukasi masyarakat bagaimana agar antraks bisa disikapi. Selanjutnya adalah optimalisasi vaksin pada hewan ternak."Ini menjadi warning, artinya kita tidak boleh mengabaikan," ucapnya.

Namun mengacu pada keterangan bupati soal antraks, pihaknya sependapat tidak perlu ditetapkan Status Luar Biasa (KLB)."Kalau sudah dalam kendali pak bupati berarti sudah bukan KLB. Tetapi penanganannya harus intensif," jelasnya.

Ingat, kata Limpo, kalau KLB seolah-olah penanganan masih tidak terkendali.
Karena tidak berstatus KLB pihaknya berharap satu minggu kedepan penanganan antraks selesai dalam sepekan kedepan."Vakisinnya saja harus diperkuat. Karena memang hanya dengan divaksin antraks bisa terkendali," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu kementan menyerahkan bantuan berupa obat, desinfektan, sarana prasarana, senilai Rp 631.613.132. Kemudian vaksin antrax 11.017 dosis untuk kabupaten Gunungkidul. Sebanyak 12.667 dosis untuk DIJ dan 37.133 dosis untuk buffer stock BBVET Wates.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengklaim jika kasus antraks saat ini terkendali. Dia tak menampik jika kasus ini menyebabkan seorang warganya meninggal, namun publikasi dari kejadian ini dinilai berlebihan."Ada framing sehingga kasusnya jadi viral di nasional, padahal di lapangan tidak ada masalah berarti," katanya.

Sunaryanta berharap warganya juga tidak panik menghadapi isu Antraks. Ia justru berharap warganya optimistis membangun kekuatan untuk mengatasi masalah tersebut. (gun/din)

 

 

Editor : Satria Pradika
#menteri pertanian #mentan #Gunungkidul AKP #syahrul yasin limpo #tbg #antraks