Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelabuhan Komersial Tak Potensial di Jogja Selatan, Ombak Besar dan Tak Ada Pulau Penyangga

Wulan Yanuarwati • Kamis, 13 Juli 2023 | 03:05 WIB
POTENSIAL: Pelabuhan Adikarto di Kulon Progo. (Dok Radar Jogja)
POTENSIAL: Pelabuhan Adikarto di Kulon Progo. (Dok Radar Jogja)

 

JOGJA - Perairan bagian selatan wilayah DIJ tidak potensial apabila dijadikan pelabuhan komersial. Hal ini dikatakan oleh kalangan pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap).

Diketahui, DIJ memiliki pelabuhan Adikarto di Kulon Progo yang sudah mangkrak puluhan tahun. Padahal, anggaran yang dikucurkan dalam pembangunan pelabuhan perikanan tersebut mencapai Rp 450 miliar.

Kondisi sedimentasi dan besarnya gelombang laut menjadi kendala utama proyek strategis ini. Kondisi alam mustahil dilawan, teknologi sebesar apa pun tetap tidak bisa menaklukkan kuasa alam.

"Untuk perairan kawasan Jogja yang berbatasan Samudra Hindia ini belum layak jika akan dioperasikan pelabuhan komersial," ujar Ketua Gapasdap, Khoiri Soetomo di sela rapat kerja nasional (rakernas) di Jogja, Rabu (12/7/2023).

Khoiri menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan pelabuhan tidak cocok di bagian selatan Jawa. Pertama, faktor cuaca di mana ombak laut selatan terkenal tinggi. Kemudian faktor geografis, tidak ada pulau penyangga di sisi selatan Jawa. Hanya ada Australia dengan jarak yang sangat jauh.

"Secara ekonomis masih belum layak untuk kita jadikan pelabuhan komersil, beda halnya kalau misalnya dijadikan contoh seperti Cilacap ya, tidak jauh dari Jogja. Di situ ada Pertamina, ada tanker-tanker besar yang memungkinkan," jelasnya.

"Tapi kalau Jogja mau dibangun pelabuhan kayak Merak, Ketapang, Gilimanuk, Bakahuni, saya pikir itu bukan tempat yang layak, yang cukup ekonomis dan efektif untuk digunakan secara komersial," lanjutnya.

Senada, Ketua dewan pertimbangan DPP Gapasdap, Bambang Haryo Soekartono mengatakan hal serupa. Kondisi perairan di selatan DIJ tidak ramah. Berbeda dengan kondisi di Cilacap.

"Ombaknya cukup besar, dia tidak ada perlindungan dari Kepulauan. Kalau di Cilacap ada pulaunya di depan. Sehingga dia terlindung, sehingga bisa jadi pelabuhan," ujarnya.

"Tapi pelabuhan di sisi selatan itu tidak efektif, tidak potensi karena kita tidak ada pulau-pulau di sana, adanya hanya Australia saja, jadi ini yang saya pikir untuk membuat suatu pelabuhan harus posibility-nya studi-nya harus jelas. Ga worthy," lanjutnya. (lan).

Editor : Amin Surachmad
#pelabuhan #gapasdap #adikarto