BANTUL - Jumlah pelanggar lalu lintas pada hari pertama Operasi Patuh Progo 2023 di Bantul tergolong cukup tinggi. Kepolisian setempat sudah mengeluarkan sebanyak 157 surat bukti pelanggaran (tilang) dan melakukan teguran terhadap 531 pengendara.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, ratusan surat tilang itu dikeluarkan dari hasil operasi di dua lokasi rawan. Yakni di Blok O yang ditemukan banyak pengendara roda dua masuk jalur cepat. Serta di Jalan Parangtritis yang ditemukan banyak pengendara mengebut dan tidak menggunakan helm.
Jeffry mengungkapkan, dalam operasi Patuh Progo itu pihaknya memang menyasar tujuh prioritas pelanggaran. Di antaranya, menindak pengendara dibawah umur. Lalu pengendara yang melawan arus, penggunaan strobo atau sirine yang tidak sesuai peruntukannya.
Lebih lanjut, Polres Bantul juga menghadirkan samsat keliling selama operasi yang berlangsung selama dua pekan itu. Jeffry berharap, Kehadiran samsat keliling bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengurus administrasi kendaraan bermotor yang bermasalah.
"Bila didapati pengendara STNK yang sudah mati atau tidak berlaku bisa langsung memperpanjang di samsat keliling," terang Jeffry.
Sebelumnya Kapolres Bantul AKBP Ihsan menyampaikan, dalam operasi Patuh Progo tahun ini pihaknya mengedepankan kegiatan preemtif, preventif dan penegakan hukum. Operasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan disiplin dan tertib berlalu lintas serta mewujudkan kamseltibcarlantas yang aman, nyaman dan selamat.
"Operasi Patuh Progo 2023 melibatkan 150 personel," pungkas Ihsan. (inu)