Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dialog Jaga Warga, Eko Suwanto Nyanyikan Tembang Nyidam Sari, Hadiah bagi Mereka yang Bekerja Suka Rela

Kusno S Utomo • Selasa, 11 Juli 2023 | 16:53 WIB
MERDU: Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto melantunkan tembang Nyidam Sari karya musisi asal Surakarta Anjar Any. (Istimewa)
MERDU: Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto melantunkan tembang Nyidam Sari karya musisi asal Surakarta Anjar Any. (Istimewa)


JOGJA - Ada hadiah istimewa bagi personel Jaga Warga di sela dialog bertajuk Peran Satpol PP dan Jaga Warga dalam Mewujudkan Rasa Aman dan Tentram di Kemantren Mantrijeron, Jogja. Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto melantunkan tembang Nyidam Sari karya musisi asal Surakarta Anjar Any. 


Eko menyatakan tembang Nyidam Sari dilantunkan sebagai bentuk apresiasi kepada Jaga Warga. Juga kepada semua pihak yang secara suka rela bekerja untuk mewujudkan rasa aman dan ayem tentrem di Kota Jogja.


"Ini hadiah untuk penyemangat dan rasa terima kasih untuk Jaga Warga, pak polisi dan TNI serta para lurah yang hadir," kata Eko pada Senin (9/7).
Di dalam dialog itu juga menghadirkan Kepala Seksi Pengendalian Operasional Satpol PP DIJ Edhy Hartana dan budayawan/tokoh masyarakat Totok Heddy Santoso.


Subandrio dari Jaga Warga kampung Kumendaman, Suryadiningratan, Jogja, mengatakan, selama ini banyak kelembagaa ada di tingkat kelurahan. Tapi, sayangnya sekadar nama. Saat ada musyawarah rencana pembangunan (musrenbanng) tidak bisa mendorong fasilitasi keberlanjutan pendanaan lembaga yang ada.


"Meski Jaga Warga dengan SK kelurahan, tapi ini bentukan provinsi. Berkaca dari kondisi ini semoga Pak Eko sebagai dewan berikan dukungan agar terfasilitasi," harapnya.


Menanggapi itu Eko menyebutkan peran nyata Jaga Warga sudah dirasakan masyarakat. Utamanya kala ada pandemi Covid-19 lalu. Ke depan, masyarakat punya mimpi yang sama mewujudkan ketertiban, keamanan, dan ketentraman.

Dukungan fasilitasi alat komunikasi HT, melengkapi tugas Jaga Warga. Terutama dalam memberikan laporan dan berkomunikasi dengan Satpol PP maupun Bhabinkamtibmas dan Babinsa.


Totok Heddy sebagai narasumber mengatakan, terkait rasa aman secara teori dalam konteks bernegara adalah amanat konstitusi. Pemerintah dan negara melindungi segenap bangsa tumpah darah Indonesia. Di pasal 30 ayat (4) UUD 1945 tugas Polri menyangkut urusan keamanan dan ketertiban masyarakat. “Polisi sebagai alat negara melindungi, mengayomi dan penegakan hukum,” terangnya.


Saat tak ada jaminan rasa aman, maka bisa jadi seluruh langkah pemerintah terganggu. Totok Heddy menyebutkan, rasio ideal polisi adalah 1 banding 600 orang terlayani. Sekarang masih 1 berbanding 250 ribu orang.


“Belum ideal, nah di sini Jaga Warga dengan fungsi preemptif diperankan. Sosialisasi peran Jaga Warga penting, agar masyarakat paham ke mana harus lapor," ujarnya.

Kepala Seksi Pengendalian Operasional Satpol PP DIJ Edhy Hartana menyatakan Jaga Warga yang berasal dari berbagai unsur. Ada tokoh masyarakat, agama, perempuan dan tokoh pemuda. Mereka berasal dari lingkungan setempat. Tugasnya membantu dukuh bila ada konflik di masyarakat. “Anggota Jaga Warga tidak dari luar kampung atau dusun, karena nanti susah menangani kasus di wilayah," kata Edhy. (kus)

Editor : Amin Surachmad
#Satpol PP #jaga warga #Eko Suwanto