Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

50 Perusahaan Rintisan Ikuti Jogja Start Up Camp

Fahmi Fahriza • Senin, 10 Juli 2023 | 21:15 WIB

ANTUSIAS: Para peserta Jogja Start Up Camp saat mengikuti ragam agenda kolaborasi business matching yang dikemas dalam program camping selama dua hari di Ledok Sambi, Kaliurang sejak Jumat (7/7/23).
ANTUSIAS: Para peserta Jogja Start Up Camp saat mengikuti ragam agenda kolaborasi business matching yang dikemas dalam program camping selama dua hari di Ledok Sambi, Kaliurang sejak Jumat (7/7/23).

RADAR JOGJA - Sebanyak 70 peserta yang terbagi dari 50 perusahaan rintisan (start up) berbeda mengikuti Jogja Start Up Camp. Agenda ini diselenggarakan sejak Jumat (7/7/23) hingga Sabtu (8/7/23) di Ledok Sambi, Kaliurang.

Ketua program Jogja Start Up Camp Pundi Pangestu mengungkapkan, agenda outdoor pertama dari komunitas Start Up ini dibuat guna menciptakan sinergi kolaborasi antar-perusahaan rintisan. Terlebih pesertanya tidak hanya datang dari DIJ. “ Dari luar kota, bahkan dari Jakarta. Kami sering ada agenda officer tour antar-start up,” jelasnya kepada Radar Jogja Sabtu (8/7/23).

Menurutnya, tujuan dari konsep camp ini adalah business matching dan kolaborasi. “Namun eksekusinya lebih santai. semi formal acaranya," ungkapnya.

Pada gelaran ini turut dihadirkan Founder dan Chairman Jala Tech Aryo W, Brand Manager Asianquest Dyan Raditya, dan juga Founder Symbolic.id Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang akrab disapa Noe yang merupakan pentolan band Letto.

Dalam kesempatan ini, Sabrang turut membahas fenomena
Artificial Intelligence (AI). Meski telah ada sejak lama, namun perkembangan AI saat ini sudah menyesuaikan zaman.


"Asumsi bahwa AI akan menggantikan manusia itu tidak sepenuhnya benar, teorinya justru manusia akan digantikan oleh manusia lain yang paham AI," papar Sabrang pada sesi diskusi.

Sabrang mengakui, bahwa paradoks yang terjadi sekarang adalah sulitnya mencari keabsahan dan kebenaran informasi yang semakin banyak dan cepat. "General guideline untuk mempelajari teknologi itu adalah melihat limitasinya, sehingga penggunaannya bisa tepat," sebutnya. (cr1/eno)

Editor : Satria Pradika
#Start Up Camp #kombis #ai #Jogja