JOGJA - Gerakan Zero Sampah Anorganik (GZSA) yang digagas Pemkot Jogja terus mengalami tren positif. Pada Juni 2023, telah berhasil menekan volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan Bantul, mencapai 87 ton sehari. Sebelumnya sampah bisa ditekan kisaran 75 ton sehari.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, pembuangan sampah Kota Jogja ke TPA Piyungan sebelumnya kisaran 300 ton per hari. Pada Juni 2023 sekitar 212 ton per hari.
"Betul (berkurang hingga 80-an ton). Perbandingannya antara sebelum GZSA dan sesudahnya," ujarnya, Minggu (9/7/2023).
Kondisi ini dipicu oleh beberapa hal. Pertama, komitmen masyarakat untuk melakukan program GZSA cukup positif. Dan yang tak kalah penting ialah kondisi cuaca yang mendukung.
"Tapi, ini kan fluktuatif, ya, karena bulan Juni kemarin kemarau banget, jadi sampah ke TPA kering semua," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja Aman Yuriadijaya mengatakan, pada akhir tahun 2023 target pengurangan sampah yang dibuang ke TPA Piyungan ialah 100 ton.
Metodenya yakni tidak hanya sampah anorganik saja. Namun, juga melalui penguatan pada pengurangan sampah organik dan residu.
"Sampai dengan tengah tahun 2023, kontribusi serta peran dari seluruh pemangku kepentingan terutama bank sampah, berhasil mengurangi 87 ton sampah. Atau 30 persen dari total sampah yang bisa dibuang ke TPA Piyungan,” jelasnya.
Tren positif ini tidak lepas dari peran dan kontribusi nyata bank sampah yang tersebar di hampir seluruh RW se-Kota Jogja. Setidaknya sudah ada 614 bank sampah yang ada di 14 kemantren dan 45 kelurahan di Kota Jogja.
“Ke depan Forum Bank Sampah Kota Jogja akan membentuk bank sampah induk, yang kegiatannya fokus pada distribusi terhadap sampah organik dan olahannya ke pelapak, seperti peternakan bebek, lele, sapi, maggot yang ada di luar Kota Jogja,” jelasnya.
Di sisi lain, Aman menekankan pengelolaan sampah dan pengurangannya tidak hanya persoalan teknologi dan sarana prasarana saja. Namun juga peran serta dan perubahan perilaku dari masyarakat.
“Proses yang akan kita lakukan bersama adalah bagian dari fakta sistem sosial yang efektif, bagi kepentingan pengelolaan sampah di Kota Jogja," ujarnya.
"Untuk itu tiap bank sampah harus mampu mengelola administrasi dengan baik, publikasi kegiatan semakin luas dan merancang sistematika pengelolaan sampah organik sesuai kondisi wilayah masing-masing,” lanjutnya. (lan)
Editor : Amin Surachmad