Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Longsor di Lumajang, Tiga Korban Satu Keluarga Meninggal: Anak, Cucu, Menantu

Editor News • Minggu, 9 Juli 2023 | 00:42 WIB

DERAS: Penampakan longsor di Km 59, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Longsor tersebut menutup akses menuju Malang hingga Jumat (7/7) sore. (JAWA POS RADAR SEMERU)
DERAS: Penampakan longsor di Km 59, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Longsor tersebut menutup akses menuju Malang hingga Jumat (7/7) sore. (JAWA POS RADAR SEMERU)

RADAR JOGJA - Awan hitam menyelimuti Lumajang. Bencana tanah longsor melanda Dusun Sriti, Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, kemarin (7/7) dini hari. Akibat peristiwa tersebut, setidaknya tiga orang yang masih satu keluarga meninggal dunia.

"Rumah (tiga korban) tertimbun tanah longsor pada bagian dapur dan kamar tidur. Ketiganya berhasil dievakuasi pukul 04.00 WIB," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari kemarin.

Menurut Muhari, hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan longsor di beberapa titik. Di antaranya, longsor di Km 59 jalur piket nol Lumajang–Malang. Diperkirakan, panjang longsor sekitar 20 meter dengan ketinggian 10 meter. Selain itu, longsor terjadi di akses jalan menuju Ranupani. Beberapa jembatan juga terputus. Termasuk jembatan perbatasan Lumajang-Malang.

Baca Juga: Polres Bantul Perbaiki Rumah Warga Terdampak Gempa
Hingga saat ini, lanjut dia, tim gabungan telah mengerahkan alat berat guna membuka jalan. Namun, kondisi hujan di lokasi kejadian belum memungkinkan untuk melanjutkan upaya penanganan darurat. Munculnya beberapa longsor susulan juga menjadi penyebab.


Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, korban jiwa longsor menimpa keluarga Seger, warga RT/RW 06/03, Dusun Sriti. Rumahnya tiba-tiba jebol terkena longsor. Anak, menantu, dan cucunya tertimbun tanah.

Camat Pronojiwo Hindam Adri Abadan mengatakan, rumah keluarga Seger berdekatan dengan tebing di Dusun Sriti. Bahkan berada di bawah pas tebing setinggi 10 meter. ’’Rumah itu dihuni Pak Seger dan Ibu Cintiawati. Tetapi, yang meninggal dunia pasangan muda (anak dan menantunya, Red),’’ katanya. Yakni, Galih Adi Perkasa, 23; istrinya Candra Agustina, 20; dan bayinya yang masih berusia 4 bulan.

Baca Juga: Gempa Jogja Terasa Hingga Jawa Timur, Tidak Berpotensi Tsunami

Sejak pagi hingga sore kemarin, hujan masih mengguyur sebagian besar kawasan Lumajang. Kepala BPBD Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengatakan, saat ini telah memasuki kategori cuaca ekstrem. Sebab, hampir setiap hari hujan turun dengan intensitas sedang hingga deras. Longsor juga membuat akses ke luar kota terputus.

Sejak pagi, pihaknya mengirim alat berat ke Km 59. ’’Karena hujan tidak berhenti, ada informasi jalur ke Ranupani juga longsor. Maka, pertimbangan kami, kami selesaikan di Ranupani dulu. Untuk di dekat jembatan, kalau sudah tidak hujan, kami minta bantuan alat berat setempat,’’ katanya.

Selain longsor, hujan deras tersebut mengakibatkan banjir lahar dingin. Material vulkanis yang berada di kawah gunung turun terbawa air. (gih/son/fid/c7/bay)


Editor : Amin Surachmad
#Akses Jalan #Tanah Longsor #BNNP #hujan deras #lumajang