RADAR JOGJA - Prambanan Jazz Festival (PJF) #9 | 2023 powered by Bank Jateng siap digelar selama dua pekan pada (7,8,9/7) dan (14,15,16/7) di Lapangan Brahmana dan Wisnu, Candi Prambanan, Jogjakarta. Rajawali Indonesia selaku promotor sudah menyiapkan cukup lama sejak akhir 2022 lalu.
Prambanan Jazz Festival tahun ini mengusung tema “Culture for the Future”, yang disajikan dengan konsep “The Magical Experience”. Tema ini berangkat dari satu pemahaman penting, bahwa budaya adalah hal penting untuk masa depan. Di masa semua yang serba digital, bahkan karya seni bisa digarap oleh artificial intelligence (AI), kebudayaan bisa membuat kita tetap menapak bumi dan berpegang erat pada akar kita sebagai manusia.
"Prambanan Jazz ini konsepnya ingin menawarkan dua mahakarya Masterpiece. Seperti Candi Prambanan dan para Masterpiece musik. Kali ini kami akan hadirkan 12 artis Internasional dan lebih dari 60 musisi dalam negeri," ujar Pendiri Prambanan Jazz Anas Alimi saat press conference di Prambanan Jazz Cafe, Kamis (6/7/23).
Anas juga mengatakan, secara tata letak regulasi panggung kali ini juga ada perubahan dari Kemendikbud. Jarak antarpanggung dengan pagar tidak dekat seperti dulu dan kali ini jaraknya ada 35 meter dari pagar maju. "Maka sekarang kapasitasnya tidak kami banyakkan seperti dulu. Kalau dulu kan ada dua panggung kanan kiri oke ya. Kalau sekarang 10 ribu orang mungkin sudah maksimal," katanya.
Anas juga menjelaskan mengapa Prambanan Jazz kali ini dibagi dalam enam hari selama weekend. Sebab harapan anak bisa menjadi pemerataan penonton. "Ketika orang datang memikirkan untuk datang ke Jogja itu tidak hanya datang untuk Prambanan Jazz saja. Tapi mereka juga berfikir untuk bisa berkunjung ke daerah yang lain juga. Seperti Artjog, Kaliurang, dan sebagainya," jelasnya.
Anas mengatakan Prambanan Jazz kali ini hanya ada Festival show. Di mana artis Internasional pun bisa ditonton dalam satu tiket itu juga. "Kalau dulu tidak bisa, kalau nonton artis Internasional harus di special show. Tapi sekarang mereka beli satu tiket bisa ikut nonton artis internasional juga," bebernya.
Anas juga membeberkan untuk penonton yang mau duduk akan disediakan pula yang namanya kelas Jasmine. Kelas tersebut penonton bisa duduk di belakang, tapi di situ mereka juga punya fasilitas untuk nonton festival di depan sendiri. "Ini kami adaptif dari beberapa musik Internasional," tegasnya.
Untuk penonton yang pesan kelas VIP Jusmine, mereka bisa menonton paling depan sehingga bisa dekat dengan artisnya. Dan kalau mereka pengen santai disediakan pula VIP launch di back stage sehingga mereka bisa melihat area back stage artis. Dan itu juga akan menyediakan VIP parkir juga. "Ini yang ingin kami edukasikan. Makanya ini kami jadikan The Magical Experience. Kami juga tidak menyangkal kalau konsep seperti ini butuh kami edukasikan berkali-kali. Ini adalah pilot project kamu," tuturnya.
Dalam Prambanan Jazz kali ini juga akan menghadirkan pasar kangen dengan total ada 80 tenant yang mengisinya. Dan kali ini juga akan melibatkan anak-anak usia dini sampai usia 15 tahun yang sudah diseleksi dan nantinya akan ikut tampil pula dalam acara Prambanan Jazz tersebut.
Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan Usaha Micro Kecil dan Menengah Bank Jateng Irianto Harko Saputro juga mengatakan pada pasar kengen tersebut pembayarannya bisa dilakukan lewat Qris Bank Jateng. Dan ia juga berharap nantinya UMKM yang ada di situ akan kami sediakan kredit untuk modal usaha ke depan.
Irianto membayangkan jika di kabupaten Klaten dan DIJ ini para penonton yang hadir dalam Prambanan Jazz itu tidak hanya nonton saja. Namun mereka juga bisa keliling dan menginap di masyarakat sekitar. "Itu kan bisa membuat perekonomian masyarakat meningkat. Maka ini adalah tugas dari kami Bank Jateng membangun ekonomi yang di mana kami memiliki program perekonomian yang membangun perekonomi Jawa Tengah dan ini kami laksanakan," katanya. (cr2/din)