BANTUL - Penyebab pasti kecelakaan karambol di Perempatan Wojo terus ditelusur. Jajaran Polres Bantul masih berkerja keras untuk mengungkap. Sopir diduga ngantuk.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry menyebut, diduga karena bus yang dikemudikan oleh Suroto melaju dengan kecepatan tinggi. Sopir terlambat melakukan pengereman sehingga menabrak kendaraan lain yang ada di depan.
Kecelakaan hebat terjadi di sebelah timur Perempatan Wojo Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Rabu (5/7) siang sekitar pukul 12.00. Ring Timur Jogjakarta. Kecelakaan itu beruntun. Melibatkan delapan kendaraan sekaligus.
Polisi sudah memperoleh keterangan dari sejumlah saksi. "Sesuai keterangan saksi mata bus memang melaju dengan kecepatan tinggi, sudah berusaha mengerem namun mungkin karena jaraknya terlalu dekat maka menabrak kendaraan yang di depannya," terang mantan Kasi Humas Polres Kulonprogo ini.
Kecelakaan bermula ketika mobil Innova Reborn bernomor polisi AB 1364 PX yang dikendarai Al Qomar Adi Iswanto,42 menunggu lampu hijau di sisi timur Simpang Empat Wojo. Tiba-tiba bus bernomor polisi DD 7888 MT yang dikendarai oleh Suroto, 47,langsung menyeruduk mobil tersebut.
Benturan itu membuat mobil yang dikendarai Al Qomar terdorong ke depan. Hingga menabrak kendaraan lainnya dan masuk ke jalur berlawanan.
Total ada delapan kendaraan yang terlibat kecelakaan itu.
Bus bernopol DD 7888 MT yang dikendarai oleh Suroto. Innova Reborn bernopol AB 1364 PX yang dikemudikan Al Qomar Adi Iswanto. Toyota Avanza AB 1691 HA yang dikendarai Sawal. Toyota Innova Reborn H 1772 GZ yang dikendarai Yonas Dedi Prasetyo.
Lalu, ada Toyota Innova Reborn bernopol AB 1379 OY yang dikendarai Suwarjito. Isuzu Pickup AB 8738 AA yang dikendarai Budi Wasanto. Honda Freed AD 1293 CL yang dikendarai Girani Ayuningtyas. Honda HRV yang dikemudikan Yusup Priyo Hartono.
(inu)