Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kasus Antraks di Gunungkidul, Warga Kota Jogja Diminta Tak Panik

Wulan Yanuarwati • Kamis, 6 Juli 2023 | 00:12 WIB
JADI ANCAMAN: Petugas melakukan penyiraman formalin di lahan yang ada spora antraks wilayah Kapanewon Ponjong beberapa waktu lalu. (Disnak Kota Jogja untuk Radar Jogja)
JADI ANCAMAN: Petugas melakukan penyiraman formalin di lahan yang ada spora antraks wilayah Kapanewon Ponjong beberapa waktu lalu. (Disnak Kota Jogja untuk Radar Jogja)

JOGJA - Warga Kota Jogja diminta untuk tidak panik dengan adanya kasus antraks yang menimbulkan tiga korban jiwa di Gunungkidul. Dipastikan daging yang dijual di Kota Jogja bebas antraks.

Kabid Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Imam Nurwahid mengatakan, pengawasan terhadap daging yang diperjualbelikan terus dilakukan. Apalagi, hewan yang berasal dari luar Kota Jogja selalu dipastikan kesehatannya.

"Sudah dipastikan sejak dari hewannya, bahwa itu memang hewan-hewan yang sehat. Dipastikan dulu asal hewannya, kemudian penyembelihannya di RPH juga jelas aman," ujarnya, Rabu (5/7/2023).

Lebih lanjut, dia mengatakan kasus kematian karena antraks di Gunungkidul sebuah kelalaian. Sebab, sapi disembelih kondisi sudah mati karena sakit. Dan daging malah diberikan kepada banyak tetangga.

"Artinya, sampai ada korban itu, kan bukan karena diperjualbelikan. Kalau yang diperjualbelikan di pasar, khususnya di Kota Jogja, pengawasannya jelas. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, kondisinya aman," tegasnya.

Meski kondisi distribusi daging di Jogja tergolong aman. Namun dia tetap menghimbau agar warga bijak membeli daging dari tempat yang terpercaya.

"Membeli daging dari sumber-sumber yang jelas, di depo-depo yang jelas. Kelihatan kok daging yang segar dan kena penyakit. Atau mengalami gejala-gejala pembusukan," jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan ada tiga warga di Kabupaten Gunungkidul meninggal dunia akibat penyakit antraks dari hewan ternak.

Penyelidikan epidemiologi saat ini sedang dilakukan di dua Kecamatan yakni Semanu dan Karangmojo.

"Kalau kasus meninggal ada tiga orang di Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, dan Jogjakarta," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi. (lan)

Editor : Amin Surachmad
#Gunungkidul #hewan #sapi #daging #antraks