Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Napak Tilas Asal Usul Ibu Bung Karno di Buleleng, Bali Ajak Masyarakat Hormati dan Perjuangkan Hak Perempuan

Kusno S Utomo • Rabu, 5 Juli 2023 | 23:29 WIB
HORMAT: Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto bersama kerabat Ida Ayu Nyoman Rai Srimben. (Dok Pribadi)
HORMAT: Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto bersama kerabat Ida Ayu Nyoman Rai Srimben. (Dok Pribadi)

 

RADAR JOGJA - Koesno Sosrodihardjo atau kemudian dikenal dengan nama Soekarno atau Bung Karno lahir dari perempuan bernama Ida Ayu Nyoman Rai Srimben. Dia lahir di Buleleng, Bali, sekitar 1881. Nama ibunda Bung Karno tak begitu familiar dalam alam pikir generasi muda sekarang.

“Berkat sosok perempuan asal Bali itu lahir pemimpin bangsa Indonesia yang dalam perjalanan sejarahnya lalu menjadi Proklamator RI, membawa Indonesia merdeka terbebas dari penjajahan,” ujar Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto pada Rabu (5/7).


Nyoman Rai Srimben merupakan anak kedua dari pasangan Nyoman Pasek dan Ni Made Liran. Sewaktu lahir dia diberi nama Nyoman Rai. Sering dipanggil dengan Srimben. Lalu melekatlah kata Sri dan Mben.


"Maknanya berlimpahnya rezeki dan kebahagiaan,” cerita Eko.

Eko melakukan penelusuran jejak perjalanan kehidupan Bung Karno dari tempat kelahiran ibundanya Ida Ayu Nyoman Rai Srimben di Buleleng, Bali. Penelusuran dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja ke Bali pada 2 hingga 5 Juli 2023.

TELADAN: Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto bersama kerabat Ida Ayu Nyoman Rai Srimben. (Dok Pribadi)
TELADAN: Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto bersama kerabat Ida Ayu Nyoman Rai Srimben. (Dok Pribadi)


Napak tilas tempat kelahiran ibunda Bung Karno itu menjadi pengingat bersama betapa pentingnya rasa hormat kepada perempuan. Sesuai catatan sejarah, nama Ida Ayu disematkan kepada Nyoman Rai Srimben oleh Bung Karno sebagai penghormatan kepada perempuan yang melahirkan dan membesarkan tokoh bangsa yang punya nama kecil Koesno Sosrodihardjo itu.


Ida Ayu Nyoman Rai Srimben menghabiskan waktu kecil hingga dewasa di Banjar Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Buleleng, Bali. Lokasinya dekat dengan Pura Bale Agung. Daerahnya disebut Pura Desa Buleleng.

Setelah dewasa, Nyoman Rai Srimben menikah dengan pria asal Jawa bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo. Sosok ayah Sukarno itu datang ke Banjar Bale Agung karena bertugas sebagai seorang guru sekolah rakyat (SR). Sekarang dinamakan sekolah dasar (SD).


Soekemi sering melihat Ida Ayu Nyoman Rai Srimben ketika berjalan menuju pura dan saat menari. Ida Ayu kemudian dikenalkan dengan Soekemi oleh sahabatnya, Made Lastri. Mulai saat itulah benih-benih cinta keduanya tumbuh. Hubungannya semakin derat.


Ida Ayu dan Soekemi akhirnya memutuskan menikah pada 15 Juni 1897. Pasangan ini lalu dikaruniai seorang anak perempuan bernama Raden Soekarmini pada 29 Maret 1898. Setelah itu, keluarga kecil ini pindah ke Surabaya.

Lalu, pada 6 Juni 1901, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben yang tinggal di sekitaran Makam Belanda Kampong Pandean III, Kota Surabaya, Jawa Timur, melahirkan anak kedua. Bayi laki-laki itu adalah Koesno Sosrodihardjo atau Soekarno.


"Bung Karno lahir saat fajar menyingsing. Maka, kita semua mengenal Soekarno sebagai Putra Sang Fajar. Sosok Soekarno adalah tokoh bangsa, Proklamator RI yang memberikan teladan kepada kita semua bagaimana hormat beliau kepada perempuan, kepada ibundanya,” papar Eko.


Sebagai generasi penerus, Eko mengajak terus menggelorakan api semangat perjuangan dengan mewarisi keteladanan dan perjuangan Bung Karno yang menghormati sosok perempuan. (kus)

Editor : Amin Surachmad
#Ida Ayu Nyoman Rai Srimben #bung karno #soekemi #soekarno #bali