Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kembangkan Pariwisata Berbasis Sejarah Perjuangan Soekarno, Eko Suwanto: Dorong Pemprov DIJ Gandeng Bali

Kusno S Utomo • Rabu, 5 Juli 2023 | 22:49 WIB
GELORAKAN PANCASILA: Eko Suwanto di Taman Bung Karno Buleleng, Bali.
GELORAKAN PANCASILA: Eko Suwanto di Taman Bung Karno Buleleng, Bali.

RADAR JOGJA - Menggelorakan nilai-nilai dan ideologi Pancasila yang digali Bung Karno dinilai penting terus dilaksanakan dengan jalan kebudayaan. Sebab, setiap daerah memiliki identitas dan keberagaman budaya sebagai bagian kebhinekaan.


“Provinsi DIJ memiliki Perda DIJ Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Sedangkan Provinsi Bali menerbitkan peraturan gubernur untuk memperkuat dan menyosialisasi ideologi Pancasila kepada masyarakat luas,” ujar Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto dalam keterangannya Rabu (5/7).


Eko menambahkan, Bulan Bung Karno juga penting menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan. Lahirnya Perda Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sebagai bentuk komitmen DIJ mengembangkan dan mengajarkan Pancasila seperti yang digali Bung Karno.


Dikatakan, hadirnya Bulan Bung Karno setiap Juni menjadi peristiwa kebudayaan untuk mempererat rasa persatuan, menjaga NKRI dan kebhinekaan. Ada tiga peristiwa penting berhubungan dengan proklamator kemerdekaan RI itu pada bulan Juni. Pertama, hari lahir Pancasila, 1 Juni 1945. Kedua, hari kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1901 dan ketiga wafatanya pesiden pertama RI pada 21 Juni 1970.

GELORAKAN PANCASILA: Eko Suwanto di Taman Bung Karno Buleleng, Bali.
GELORAKAN PANCASILA: Eko Suwanto di Taman Bung Karno Buleleng, Bali.

Dalam kesempatan itu, dia menyebutkan tiga oleh-oleh penting kunjungan Komisi A DPRD DIJ ke Bali. Tepatnya ke Kabupaten Buleleng, tempat lahirnya ibunda Bung Karno, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben.

Ketiga oleh-oleh itu merupakan potensi kerja sama DIJ dan Bali dalam Sinau Pancasila. Sekaligus, mengembangkan pariwisata berbasis sejarah perjuangan Bung Karno.


Pertama, papar Eko, pentingnya pewarisan nilai kebangsaan dengan jalan budaya. Ada jejak sejarah sosok perempuan yang melahirkan Proklamator RI yang perlu diketahui generasi muda.


Apa yang dikerjakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng, Bali, membangun RTH Taman Bung Karno bisa menjadi contoh. Apalagi, ada banyak tokoh bangsa dari Jogja yang berperan dalam sidang-sidang BPUPKI dan PPKI pada Mei hingga Agustus 195.


Para tokoh asal DIJ seperti Ki Bagu Hadikusumo, KH Abdul Kahar Muzakir dan lainnya ikut menyumbangkan pemikiran untuk Indonesia merdeka. "Tokoh bangsa bisa dihadirkan dalam monumen dan museum tokoh bangsa di Jogja," kata politisi muda yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja ini.


Ketiga, pengembangan pariwisata berbasis sejarah kebangsaan Indonesia. Provinsi DIJ dan Bali perlu menggalang kerja sama di bidang kepariwisataan. Relasi dua provinsi ini ditopang oleh sektor wisata.
Kerja sama kedua daerah di bidang kepariwisataan bisa dikembangkan dengan wisata sejarah tokoh bangsa. “Ke depan kami harapkan Pemprov DIJ membangun Museum Bung Karno dan museum para pahlawan bangsa," desaknya.


Lebih jauh dikatakan, Pemprov Bali punya rencana pengembangan wisata berkualitas. Demikian pula Provinsi DIJ punya potensi dari sisi sejarah maupun pelaku festival. “Tinggal Pemprov DIJ memberikan fasilitasi dengan strategi, sinergi dan kolaborasi menciptakan destinasi wisata sejarah yang hebat," katanya. (kus)

 

Editor : Amin Surachmad
#Pemprov DIJ #DPRD DIJ #bung karno #PDIP #taman #Eko Suwanto