Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bank Sampah Induk Kota Jogja Di-launching Agustus 2023, Bantu Tekan Sampah Organik

Wulan Yanuarwati • Rabu, 5 Juli 2023 | 21:37 WIB
ZERO: Petugas menata residu sampah plastik yang telah dipres di TPS3R Nitikan, Umbulharjo, Jogja. (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
ZERO: Petugas menata residu sampah plastik yang telah dipres di TPS3R Nitikan, Umbulharjo, Jogja. (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)

JOGJA - Pemerintah Kota Jogja secara serius mengurai permasalahan sampah di Kota Jogja. Program zero sampah anorganik dinilai cukup berhasil menekan sampah hingga 75 ton sehari.

Program lanjutannya ialah gerakan zero sampah anorganik plus. Fokusnya pada pengelolaan residu sampah anorganik di laboratorium pengolahan sampah rumah tangga perkotaan.

Dalam hal ini, Pemkot Jogja mengandeng pihak swasta. Residu sampah anorganik dapat ditekan hingga tiga ton per hari. Dengan cara dipres menggunakan alat dan dimanfaatkan oleh pihak swasta.

Langkah selanjutnya, Pemkot Jogja segera me-launching Bank sampah induk pada bulan Agustus 2023. Salah satu fungsinya ialah mendistribusikan sampah organik yang ada di Kota Jogja.

Sekda Kota Jogja, Aman Yuriadijaya, yang juga merupakan ketua Forum Bank Sampah (FBS) Kota Jogja, mengatakan sampah organik didistribusikan kepada peternak yang sudah kerjasama. Sehingga ada nilai manfaatnya.

"Kami juga telah melakukan pendekatan kepada para kelompok ternak, baik itu di Kota Jogja maupun di Sleman dan Bantul," ujarnya, Rabu (5/7/2023).

Adanya bank sampah induk menjadikan pengelolaan sampah dapat dilakukan secara komprehensif dan terpadu. Selain memberikan manfaat secara ekonomi, kesehatan bagi masyarakat, serta aman bagi lingkungan.

Anggotanya ialah seluruh bank sampah tingkat RW yang ada di Kota Jogja. Sejauh ini, Kota Jogja telah memiliki 614 bank sampah berbasis RW. Diharapkan akan terus bertambah sehingga pengelolaan sampah lebih optimal.

"Targetnya seluruh RW di Kota Jogja telah memiliki bank sampah," ujarnya.

Adanya bank sampah induk maka diharapkan volume sampah organik juga bisa disusutkan. Terlebih kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan yang sudah sangat sudah over capacity.

Baca Juga: Masjid Syuhada Jogja Bangun Rumah Bagi Imam dan Muazin, Mudahkan Umat Berkonsultasi

“Ini sudah mendesak. Karena kondisi TPA Piyungan sudah over capacity. Jadi, pengelolaan sampah jenis organik juga harus segera dilakukan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, program gerakan zero sampah anorganik plus bisa menekan sampah hingga tiga ton sehari.

Kondisi ini cukup bagus, sebab selama ini semua sampah residu langsung dibawa ke TPST Piyungan. Sehingga pembuangan ke Piyungan berkurang 75 ton sehari, plus tiga ton sehari dari residu anorganik.

"Sekitar tiga ton per hari ke mitra. Sebelum ada mitra ini, (residu, red) langsung dibawa ke TPA Piyungan," lanjutnya. (lan)

Editor : Amin Surachmad
#Zero Sampah #bank sampah #lingkungan