JOGJA - Pemilih muda pada gelaran pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang didominasi anak muda, usia di bawah 40 tahun. Sebanyak 321.645 data pemilih tetap (DPT) di Kota Jogja, 144.193 diantaranya merupakan generasi milenial dan generasi Z.
Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Jogja, Erizal mengatakan dibutuhkan metode khusus agar ketertarikan anak muda berpartisipasi dalam Pemilu 2024 meningkat.
"Berbagai macam medsos itu kita manfaatkan untuk sosialisasi. Tentunya, dengan muatan konten yang asyik dan bisa diterima anak muda," ujarnya, Rabu (5/7/2023).
Pemilih generasi Milenial usia 25-39 tahun sebanyak 87.337 orang. Sedangkan pemilih generasi Z usia 17-24 tahun ada 56.856 orang. Dibutuhkan cara khusus untuk sosialisasi sebab banyak pemilih pemula, baru pertama kali mengambil bagian dari Pemilu.
Program yang akrab dan menyenangkan disusun. Termasuk sosialisasi ke sekolah-sekolah. Selain itu juga intensif membangun komunikasi dengan komunitas dan kelompok anak muda.
Salah satunya ialah melibatkan PPK dan PPS, yang merupakan kepanjangan dari KPU. Mereka didorong untuk aktif di lingkungan masing-masing.
"Kami juga sudah jadwalkan sosialisasi melalui event-event di sekolah," ujarnya.
Di sisi lain, mahasiswa dari tiga perguruan tinggi di Kota Jogja dapat melakukan pengambilan suara melalui TPS khusus. Ada tiga kampus yang membuka TPS khusus, yakni Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), IST Akprind, dan Politeknik LPP Jogja.
"Ada di 7 lokasi, tapi jumlahnya 14 TPS. Karena di Politeknik LPP ada 3 TPS dan di Akprind ada 5 TPS. Karena di sana jumlah pemilihnya besar, sehingga harus difasilitasi," jelas Komisioner KPU Kota Jogja, Siti Nurhayati. (lan)
Editor : Amin Surachmad