RADAR JOGJA - Pemkab Bantul resmi melantik 386 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada jabatan fungsional guru Senin (3/7/23). Dengan pelantikan tersebut, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berpesan agar para guru tidak hanya mengajar dan mendidik. Namun juga harus inovatif dalam profesinya.
Halim mengatakan, menjadi bagian dari aparatur sipil negara (ASN) bukan berarti memasuki zona nyaman. Justru dengan sudah ditandatanganinya surat perjanjian kerja sebagai pegawai pemerintah, maka sudah sepatutnya ASN harus meningkatkan kualitas kinerja dan dedikasi terhadap kewajibannya.
Oleh karena itu, ASN yang berprofesi sebagai guru juga tidak hanya mengajar dan mendidik saja. Namun juga harus menjadi motivator dan inisiator di sekolah. Selain itu, ASN pun harus dapat membuat inovasi yang lebih bermakna dan bermanfaat.
"Terlebih dalam transformasi pendidikan era digital ini, ASN harus dapat memanfaatkan sebaik-baiknya. Dalam meningkatkan mutu dan kualitas sistem serta proses pembelajaran dalam pendidikan," tegas Halim Selasa (4/7/23).
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Bantul Isa Budi Hartomo membeberkan, ada 10 formasi yang belum terisi dalam pelantikan PPPK jabatan fungsional guru tersebut. Karena pada seleksi PPPK Guru 2021, yang dinyatakan lolos passing grade sebanyak 396 orang. Namun yang menerima pengangkatan hanya 386 orang.
"Terdapat sepuluh formasi yang tidak terisi. Penyebabnya karena ada empat orang yang meninggal dunia dan enam orang mengundurkan diri," sebut Isa. (inu/eno)
Editor : Satria Pradika