Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kesenian untuk Asah Pemahaman Kritis Anak

Wulan Yanuarwati • Rabu, 5 Juli 2023 | 22:00 WIB
EVENT TAHUNAN: Seorang anak melihat karya Mella Jaarsma, Commissioned Artist ArtJog 2023 di Jogja National Museum (JNM).
EVENT TAHUNAN: Seorang anak melihat karya Mella Jaarsma, Commissioned Artist ArtJog 2023 di Jogja National Museum (JNM).


RADAR JOGJA – Sebanyak 1.000 tiket ArtJog 2023 akan dibagikan gratis untuk pelajar. Itu adalah janji Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid. Sebab menurutnya, seni bisa menumbuhkan daya kritis anak sejak usia dini.

"Jadi kalau ingin agar anak-anak punya pemahaman kritis, pandai, ya salah satu jalannya menikmati kesenian sejak dini," tegasnya pada pembukaan ArtJog di Jogja National Museum (Baca Juga: Usung Format Eksibisi Galeri Kustomfest 2020 Digelar di JNM) belum lama ini.

Seni, disebut Hilmar, sebagai suatu keindahan yang relatif. Sehingga dapat dipandang dari segala sudut pandang mana pun, dan oleh siapa pun. Maka, ArtJog harus diapresiasi secara proporsional.

 

Dampak yang dihitung tidak melulu angka kunjungan wisatawan semata. Namun harus dihitung dampak terhadap masyarakatnya, dampak sosial, dan dampak kulturalnya. 

"Seni, keindahan, sesuatu yang relatif, orang bisa melihat dari berbagai sudut pandang, inti dari pendidikan kritis," ujarnya. 

ArtJog 2023 sendiri digelar mulai 30 Juni hingga 27 Agustus 2023 mendatang. ArtJog 2023 melibatkan 73 seniman yang terdiri dari 51 seniman dewasa dan 22 seniman anak.

Seniman anak meramaikan ArtJog Kids, digelar untuk memfasilitasi karya dan aktivitas anak-anak. Selain itu juga untuk menempatkan karya mereka bersama dengan karya seniman profesional lainnya.

ArtJog kids secara khusus mengundang seniman Erwin Windu Pranata. Tujuannya untuk membuat karya interaktif yang melibatkan anak-anak dalam proses kreatifnya. 

Di sisi lain, ArtJog 2023 juga memfasilitasi layanan pendampingan bagi pengunjung difabel. Agar mereka juga bisa mendapatkan kenyamanan saat menikmati karya seni yang dipamerkan. Dinamai pusat layanan disabilitas (PLD), digawangi oleh Broto Wijayanto. 

"Pendamping difabel nanti akan kita sesuaikan misalnya untuk disabilitas netra harus cerewet. Lukisan abstrak diceritakan, karya seni yang tidak boleh disentuh akan dinarasikan. Yang difabel daksa kalau tidak bisa naik tangga akan kita bawa ke atas," beber Broto.

Booth PLD berada di samping Pendopo Ajiyasa Jogja Nasional Museum, dibuka selama ArtJog digelar. Pengunjung dapat memanfaatkan dengan reservasi via Google Form, atau langsung datang ke lokasi.
Selain itu, juga ada exhibition tour for difabel yang digelar setiap Jumat pada pekan kedua dan keempat Juli dan Agustus. (lan/eno)

Editor : Satria Pradika
#ARTJOG 2023 #JNM #museum #anak #Jogja