BANTUL - Masyarakat yang berwisata ke kawasan pantai selatan mungkin harus mulai waspada. Pasalnya, ubur-ubur api mulai muncul di beberapa pantai yang kerap menjadi jujugan wisata. Pada akhir pekan belasan wisatawan diketahui sudah menjadi korban dari hewan bernama lain rawe tersebut.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Bantul Muhammad Arief Nugraha mengatakan, hingga Minggu (2/7) pihaknya mencatat ada 15 wisatawan yang tersengat ubur-ubur api. Mayoritas korbannya merupakan anak-anak. Sebab, rawe sering dianggap mainan karena bentuknya yang seperti gelembung.
Arief mengaku, menghadapi serangan rawe itu pihaknya sudah menyiapkan obat-obatan serta tabung oksigen. Korban sengatan ubur-ubur memang kerap kali merasakan panas pada kulit. Bahkan tidak jarang ada yang sampai sesak napas lantaran tidak kuat menahan sakit.
"Tidak jarang juga ada anak-anak yang sampai berteriak meronta-ronta karena kesakitan. Walaupun demikian, belum ada korban sengatan yang sampai dibawa ke rumah sakit," ujar Arief, Senin (3/7).
Menurutnya, ubur-ubur api memang kerap muncul ketika suhu udara dingin. Contohnya, seperti musim kemarau seperti sekarang. Bahkan, diprediksi ubur-ubur penyengat akan tetap ada di kawasan pantai selatan hingga bulan Agustus mendatang.
Arief menyebut, ubur-ubur api bisa berada di kawasan pesisir pantai karena dibawa gelombang pantai. Sehingga ia pun menghimbau agar wisatawan supaya berhati-hati. Serta tidak menyentuh bagian penyengat atau tentakel dari ubur-ubur tersebut.
"Kami sudah himbau wisatawan agar tidak bermain dengan ubur-ubur," katanya.
Selain di Pantai Parangtritis, Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah IV Nugroho mengungkapkan, ubur-ubur juga mulai muncul di kawasan Pantai Samas hingga Pantai Baru. Pihaknya pun sudah menyiapkan obat-obatan apabila ada wisatawan yang tersengat hewan tersebut.
"Sampai saat ini belum ada wisatawan yang tersengat ubur-ubur di wilayah tugas kami," beber Nugroho. (inu)