Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gempa Tak Pengaruhi Kunjungan Wisata di Gunungkidul

Gunawan RaJa • Senin, 3 Juli 2023 | 21:00 WIB
RAMAI: Suasana di Pantai Sepanjang Kemadang, Tanjungsari. Pascagempa di Bantul sempat ada kekhawatiran jumlah pengunjung menurun, namun ternyata melebihi target.
RAMAI: Suasana di Pantai Sepanjang Kemadang, Tanjungsari. Pascagempa di Bantul sempat ada kekhawatiran jumlah pengunjung menurun, namun ternyata melebihi target.

RADAR JOGJA - Gempa di Bantul Jumat (30/6/23) lalu tidak menyurutkan minat wisatawan untuk datang ke Gunungkidul. Bahkan, pendapatan asli daerah (PAD) pariwisata maupun jumlah kunjungan akhir pekan melampaui target.


Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, super long weekend pada libur Hari Raya Idul Adha jumlah wisatawan ditarget sebanyak 47.950 orang dan PAD Rp 361.046.700.
"Sesuai dengan prediksi kami, wisatawan mulai berdatangan pada Jumat hingga Minggu," kata Harry Sukmono saat dihubungi Minggu (2/7/23).

Dibandingkan libur panjang sebelumnya, target kunjungan maupun PAD pada libur Idul Adha memang lebih kecil. Long weekend awal bulan lalu misalnya, Dispar Gunungkidul berani memasang target hingga 54.438 wisatawan. "Target kami pada libur super long weekend tahun ini sesuai harapan. Itu belum ditambah rekap data untuk hari ini (kemarin)," ujarnya.


Sebelum libur Idul Adha, kata Hari, PAD sudah di angka Rp 9.060.735.045. Dengan jumlah pengunjung sebanyak 1.231.699 orang. Namun dampak libur panjang belum dapat dinikmati secara signifikan pengelola desa wisata. "Jumlah kunjungan dan pendapatan stagnan," ucapnya.


Bahkan sejumlah desa wisata mati suri. Seperti dua objek wisata zona selatan puncak 4G dan Green Vilage Gedangsari. Permasalahan internal pengelola menjadi salah satu pemicunya. “Jika bisa dibenahi, nanti dibenahi. Namun jika itu merupakan tanggung jawab kelompok ya kelompok,” ucapnya.


Meski puncak 4G meski sudah ditarik retribusi, ternyata belum memiliki kelompok sadar wisata (pokdarwis). Pemerintah desa (pemdes) disebut telah menjembatani, namun hingga sekarang belum terbentuk.
“Kemudian Green Vilage, flying fox terkendala persoalan pemeliharaan,” ungkapnya.


Disebutkan, target PAD Gunungkidul tahun ini sebanyak Rp 28,9 miliar dengan 4.117.190 orang wisatawan.
Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, setiap tiga bulan sekali dewan membuat rekomendasi pengawasan yang disampaikan ke bupati untuk perbaikan. Pemkab diminta mengantisipasi kebocoran retribusi, salah satunya dengan penguatan sosialisasi e-ticketing.


"Tidak hanya masalah petugas penarikan yang disoroti, kami mendorong agar ada intensifikasi dan ekstensifikasi dalam upaya penarikan retribusi," kata Endah. (gun/eno)

Editor : Satria Pradika
#PAD #Gunungkidul #Pariwisata #gempa bantul