RADAR JOGJA - Jajaran Pemprov DIJ langsung menggelar rapat bersama OPD teknis paska terjadinya gempa Jumat malam (30/6), di Kompleks Kepatihan Sabtu (1/7). Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X beserta jajaran juga melakukan peninjauan ke wilayah terdampak seperti Gunungkidul dan Bantul usai rapat.
Peninjauan dilakukan untuk melihat situasi kondisi di lapangan secara langsung. Utamanya terkait kondisi masyarakatnya hingga seberapa besar kerusakan bangunan dampak gempa Bantul.
"Kalau laporan sudah tapi relatif rusak ringan semua kok, hanya jumlahnya paling banyak di Gunungkidul," kata HB X usai rapat di Kompleks Kepatihan Sabtu (1/7).
Raja Keraton itu menjelaskan untuk penanganan akibat gempa bermagnitudo 6,4 itu masih dilakukan inventarisir. Pun jajaran Dinas Sosial DIJ sudah terjun ke lapangan secara langsung untuk mendata. "Dari Dinsos apa kan sudah nerjuni kesana, ya nanti kita dengar kami rapat dulu dengan pak bupati baru ke lapangan," ujarnya.
Disinggung soal adanya bantuan rehabilitasi rumah akibat gempa, pada prinsipanya Ngarsa Dalem menyebut setiap daerah memiliki anggaran atau biaya darurat tersendiri. Jika masih dirasa kurang, maka pemprov akan membantu menambah biaya dengan melakukan pengajuan.
"Kalau Bantul masih ada 14 karo Gunungkidul masih 5, kalau kurang nanti ditambah," jelasnya.
Namun demikian, bukan persoalan fisik bangunan semata yang perlu dibantu. Tetapi, masyarakatnya masih ada tempat tinggal memadai tidak untuk saat-saat ini. Sebab sejauh ini, laporan baru sebatas kerusakan ringan hingga sedang.
"Sebetulnya tidak hnya seperti itu, saya butuhnya mereka ini yang masih bisa tinggal dirumahnya nggak. Atau mampu nggak dalam arti kan butuh disuplai konsumsi untuk makan dan sebagainya,'" tambahnya.
Adapun laporan korban jiwa 1 meninggal dunia, ini karena sakit serangan jantung. Skema relokasi pun belum menjadi opsi pemprov karena penanganan kerusakan bisa langsung dilakukan. "Yo ndak biasanya genteng rontok ya diganti genteng e" imbuhnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad