RADAR JOGJA - Bencana gempa bumi terjadi di wilayah Jogjakarta sekitar pukul 19.57. Pusatnya berada di 85 kilometer wilayah barat daya kabupaten Bantul. Dari hasil pendataan instansi terkait, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6 itu berdampak pada rusaknya sebagian rumah warga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Agus Yuli Herwanta mengatakan, dari pendataan sementara pihaknya ada sekitar dua puluh semhilan rumah yang mengalami kerusakan ringan. Sementara untuk korban jiwa, tercatat ada satu orang mengalami luka ringan karena berusaha menyelamatkan diri.
Agus merinci, ketujuh belas rumah yang rusak itu ada dua di wilayah Padukuhan Numpukan, Karangtengah, Imogiri; satu di kalurahan Bangunjiwo, Kasihan; satu di Pondok Pesantren Bin Baz Piyungan; Padukuhan Piring, satu di Murtigading dan tiga di Srigading, Sanden; serta satu di Parangtritis dan satu di Tirtosari, Kretek.
Kemudian satu di Sumbermulyo, Bambanglipuro; satu di Segoroyoso, Pleret; satu di Triharjo, Pandak; satu di Sendangsari, Pajangan; satu di Girirejo, Imogiri; satu di Sumberagung, Jetis; serta satu di Muntuk, Dlingo. Adapun bentuk kerusakannya berupa genting rumah jatuh, tembok roboh, serta beberapa juga mengalami retak.
"Sampai saat ini masih terus dilakukan pendataan di pusat pengendalian dan operasi (pusdalops)," ujar Agus saat dikonfirmasi, Jumat (30/6).
Dikonfirmasi terpisah, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Arief Nugraha mengaku, untuk wilayah pantai selatan Bantul masih terkendali. Ia pun memastikan kalau kondisi gelombang juga masih sangat aman dan tidak ada tanda-tanda terjadi tsunami.
"Untuk kerusakan rumah (di wilayah pantai selatan) sementara nihil," katanya. (inu)